BPTD Jatim Imbau 3 Perusahaan Ini Tak Lakukan ODOL

16 / 10 / 2020 - in Berita

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah XI Provinsi Jawa Timur (Jatim), mengimbau para pelaku angkutan logistik untuk patuh larangan over dimension dan overload (ODOL).

Terkait hal ini, surat imbauan Zero ODOL No.AJ.403/19/4/BPTD-XI/X/2020 telah diterbitkan dan tertandatangani Kepala BPTD Wilayah XI-Jatim, Hanura Kelana tertanggal 15 Oktober 2020 yang ditujukan kepada tiga perusahaan, yaitu PT Unilever, PT KA Logistik, dan PT Kamadjaja Logistics.

Imbauan ini dilakukan lantaran masih banyak terjadi pelanggaran kendaraan angkutan barang yang mengangkut muatan lebih dari ketentuan, serta kendaraan yang tidak sesuai spesifikasi teknis untuk penggunaan di jalan umum. Hal ini juga dalam rangka mewujudkan kendaraan yang berkeselamatan dan Zero ODOL.

Ketentuan mengenai operasional kendaraan angkutan barang sejatinya telah diatur dalam UU 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan; PP 55 Tahun 2012 tentang kendaraan; PP 80 Tahun 2012 tentang Tata Cara Pemeriksaan Kendaraan Bermotor di Jalan dan Penindakan Pelanggaran Bidang Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan; Peraturan Menteri Perhubungan No.60 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Angkutan Barang dengan Kendaraan Bermotor di Jalan; dan surat edaran Menhub No.21 Tahun 2019 tentang Pengawasan Mobil Barang Atas Pelanggaran Muatan Lebih (over loading) dan/atau Pelanggaran Ukuran Lebih (over dimension)

BPTD PTD Wilayah XI Provinsi Jatim akan melaksanakan penertiban dan penegakan hukum berupa tilang. Untuk kendaraan angkutan barang yang berat muatannya melebihi berat yang diizinkan sesuai ketentuan yang berlaku, akan dilakukan transfer atau pemindahan muatan ke kendaraan lain.

 

Editor: Antonius
Ilustrasi: Dok. TruckMagz



Sponsors

 

 

 

logo-chinatrucks300 327pix