BP Batam Hadirkan Teknologi Blockchain Melalui Smart Contract

31 / 05 / 2019 - in News
BP Batam

BP Batam selaku lembaga Badan Layanan Umum (BLU) yang bertugas untuk membangun dan mengelola Batam, melakukan penandatanganan nota kesepahaman dengan PLMP Fintech PTE.LTD dan PT Central Distribusi Batam tentang kerja sama proyek percontohan Indonesia Blockchain Logistics.

Kepala BP Batam, Edy Putra Irawady mengatakan, kerja sama ini merupakan salah satu bentuk wujud prioritas dan komitmen BP Batam untuk tahun 2020, dengan mengintegrasikan kegiatan logistik dan komoditas.

“Kami menghadirkan teknologi Blockchain yang disebut sebagai Smart Contract. Terobosan ini merupakan hal yang krusial, karena logistik adalah kunci dari perekonomian nasional,” kata Edy. Ia menambahkan, teknologi Smart Contract nantinya akan menggunakan layanan data center dari Pusat Data dan Sistem Informasi (PDSI) BP Batam, sebagai salah satu entitas bisnis di BP Batam.

Sementara itu, tantangan yang dihadapi dalam penerapannya adalah pemerataan implementasi teknologi di Batam, dan kesesuaian bentuk bisnis yang dipersiapkan untuk Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). “Kita sudah memiliki fasilitasnya dan perbaiki infrastrukturnya, jadi sesegera mungkin bisa terlaksana. Walau ini dirancang dalam bentuk Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), kita jalan dulu. Implementasinya saya harapkan maksimal tiga bulan setelah penandatanganan perjanjian kerjasama,” ujar Edy.

Teknologi Blockchain sendiri merupakan platform desentralisasi atau digital ledger, yang menjadikan transaksi dapat terekam dan terintegrasi secara digital. “Sistem ini tidak menggunakan pihak ketiga. Sederhananya, catatan transaksi-transaksi yang sudah terjadi, disimpan oleh lebih dari satu komputer Jadi akan lebih susah untuk men-hack sistem ratusan bahkan ribuan komputer,” kata Kym Kee, Chief Operating Officer PLMP Fintech PTE.LTD.

Menurut Kym, kecil kemungkinan adanya gangguan untuk semua komputer pada waktu yang sama. Menggunakan metode konvensional biasanya akan menimbulkan masalah kepercayaan (trust issue). Sehingga dengan menggunakan jaringan peer-to-peer yang dimiliki Blockchain, hal tersebut dapat teratasi.

“Sedangkan Smart Contract sendiri adalah kontrak kripton yang mengizinkan penggunanya untuk mentransfer aset secara digital, baik mengontrol transfer mata uang digital atau aset antar pihak dalam kondisi tertentu. Kontrak tersebut kemudian akan tersimpan di dalam teknologi Blockchain dan bersifat immutable atau tidak bisa diubah,” urai Kym.

 

Editor: Antonius
Foto: BP Batam



Related Articles

Sponsors

NEW_327X300_

NEW_327X300_

web-banner-327x300 truck

logo-chinatrucks300 327pix