Bisnis Transportasi yang Modern dan Lebih Manusiawi

23 / 03 / 2017 - in Berita

Bisnis transportasi barang khususnya di Jakarta selama ini masih terkendala keruwetan lalu lintas, yang menyebabkan kemacetan terjadi dimana-mana termasuk di wilayah pelabuhan Tanjung Priok. Kondisi yang sudah berlangsung bertahun-tahun ini membuat prihatin para pengusaha trucking yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo).

Ketua DPD Aptrindo DKI Mustadjab Basuki mengungkapkan, transportasi angkutan barang seharusnya sudah lebih modern, profesional, dan manusiawi. “Selama ini kita masih menjalankannya secara konvensional, manual dan masih menerapkan management by driver. Driver yang menentukan waktu bergerak dan sesuka dia sesuai moodnya, karena tidak ada aturan yang baku baik untuk pengguna jasa maupun untuk para perusahaan trucking. Hal ini karena kita sudah terbiasa menyerahkannya kepada bagian operasional di lapangan yang terkadang di lapangan ini empoweringnya tetap kalah sama driver, dan pengendaliannya tetap susah. Ini yang saya maksud masih bersifat konvensional,” urai Mustadjab.

Mustadjab melanjutkan, kita harus lebih mengacu pada aturan main yang bertaraf internasional menggunakan sistem teknologi informasi, serta pola-pola pergerakan yang tertata dengan rapi dan sudah modern. “Artinya juga harus lebih Manusiawi. Kasian juga kan kalau sopir bergerak tapi cuma terjebak macet di jalan sampai berhari-hari, sehingga pencapaian hasil kerjanya tidak sesuai dengan effort nya dia. Terkadang hasil yang mereka bawa pulang tidak  mencukupi sampai tidak terpikirkan lagi soal kesehatan dan jam kerja dia sendiri. Ini karena semuanya sudah dilepaskan dalam rimba perlalu-lintasan secara bebas dan tidak ada yang mengatur,” bebernya.

Peran asosiasi dalam hal ini Aptrindo, menurut Mustadjab, punya kekuatan besar untuk berperan sebagai bagian dari pemecah permasalahan ini bersama dengan regulator atau pemerintah. “Itu lah pentingnya dan perlunya peran asosiasi untuk mendorong bahwa kondisi yang selama ini terjadi harus dibenahi. Sehingga perlu adanya komitmen antara stakeholder di pelabuhan, customer pengguna jasa trucking, dan pemilik trucking itu sendiri dalam hal ini harus memakai kekuatan asosiasi seperti Aptrindo yang membuat dorongan ke arah yang lebih baik bisa terjadi. Sehingga diharapkan masukan dari asosiasi akan menjadi solusi yang baik dalam menyelesaikan permasalahan yang kompleks ini,” terangnya lagi.

Aptrindo memberikan satu terobosan solusi baru melalui Sistem Informasi Angkutan Barang (SIAB) bekerja sama dengan Telkom Indonesia, dimana di dalamnya tersedia data tunggal truk dan data tunggal sopir. Sehingga dapat mengatur pergerakan lalu lintas kendaraan berdasarkan jam-jam sibuk dan jam-jam lengang melalui dashboard control system.

“Nantinya sopir akan follow the system dan follow the regulation, yang ujung-ujungnya enak buat sopir juga karena dia kerjanya tidak perlu hectic lagi di jalan yang membuat capek dan ngantuk sselama perjalanannya. Melalui SIAB semuanya dibikin optimal, pergerakannya dapat lebih cepat, dan sistem bongkar muatnya juga akan cepat. Sehingga utilisasi unitnya juga bagus dan ujung-ujungnya pendapatan sopir juga akan lebih baik, otomatis kesejahteraan mereka juga akan terjamin lebih baik lagi. Itu yang kita pikirkan secara komprehensif di asosiasi ini,” tutup Mustadjab.

 

Editor: Antonius
Foto: Pebri

 

 



Related Articles

Sponsors

 

logo-chinatrucks300 327pix