Biaya Logistik di Indonesia Masih Tinggi, Apa Solusinya?

14 / 01 / 2022 - in Berita

Salah satu permasalahan yang masih menjadi perhatian pemerintah saat ini adalah biaya logistik yang masih tinggi. Biaya logistik di Indonesia termasuk tinggi dibandingkan negara-negara maju maupun negara ASEAN lainnya.

Antoni Tampubolon, Praktisi Transportasi, Logistik dan Ekspor Impor mengatakan penyebab tingginya biaya logistik di Indonesia cukup kompleks. “Bukan satu faktor saja tetapi banyak faktor yang mempengaruhi biaya logistik di Indonesia. Salah satunya adalah biaya kontainer yang sangat tinggi,” katanya.

“Seperti pengadaan freight yang sangat tinggi tentunya mempengaruhi biaya logistik di Indonesia. Penyebab rate ini meningkat karena adanya hukum suppy dan demand, dimana permintaan terhadap kebutuhan kontainer tinggi tetapi untuk pengadaan kontainernya terbatas. Selain itu juga penguasaan terhadap kontainer itu. Operator –operator tertentu mengusai kontainer. Jadi kalau dilihat yang menguasai freight di Indonesia ini tinggal beberapa shipping line besar saja. Jadi ada kecenderungan kearah penguasaan terhadap peti kemas tertentu, ,” tambahnya..

Penyebab kedua adalah biaya transportasi. Misalnya biaya di pelabuhan yang masih tinggi. “Itu dikarenakan tidak efisiennya dalam pelaksanaan pekerjaan distribusi. Tapi sebenarnya efisiensi bisa dilakukan dalam pengembangan multimoda, sehingga bisa mengefisienkan segala biaya yang ada di Indonesia,” katanya.

Dari keseluruhan  biaya logistik, biaya transportasi memegang porsi yang lebih besar dari total biaya yang lain. “Biaya logistik itu terdiri dari biaya transportasi, pergudangan, inventory dan administrasi. Berdasarkan kajian kontribusi dari biaya transportasi lebih besar dari biaya lain. Sekitar 70% itu dari angkutan darat, laut atau kereta. Pastinya adalah bagaimana mengefisienkan biaya-biaya logistik yang ada,” ujar Antoni.

“Solusinya adalah kita perlu mendorong pengembangan pada multimoda, sehingga akan mempermudah kelancaran arus barang mulai barang masuk di pelabuhan kemudian terintegrasi dengan baik hingga barang sampai di klien. Ini yang harus dilakukan dengan konsep multimoda. Kita semua tahu integrasi antara pelabuhan satu dan lainnya termasuk angkutan darat belum terkoneksi dengan baik,” ucap Antoni.

“Munculnya masalah dari masing masing sektor di transportasi bisa diselesaikan dengan membuang ego sectoral. Harus ada koordinasi, sinergi, yang terpadu antara bidang-bidang yang bersangkutan tadi. Jadi tidak perlu mempertahankan kontribusi mana yang besar dan kecil. Saya yakin pemerintah sudah mulai concern pada masalah efisiensi logistik dengan mengintegrasikan dalam sistem yang terpadu,” pungkasnya.

Editor : Sigit

Foto : Truckmagz



Sponsors

logo-chinatrucks300 327pix