Berantas Truk ODOL, Kemenhub Pahami Kebijakan Luar Negeri melalui Webinar Internasional

05 / 06 / 2021 - in Berita

Kementerian Perhubungan mencatat kerugian negara akibat truk kelebihan muatan atau over dimensional and over loading (ODOL) mencapai Rp 43 triliun per tahun. Saat ini pemerintah sedang mengupayakan sejumlah menuju Indonesia Zero ODOL tahun 2023.

Sebagai tolak ukur pemberantasan truk ODOL, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) beberapa hari lalu menggelar webinar internasional dengan topik “Benchmarking On The Regulation And Policy On Overdimension And Overloading Trucking Against Other Countries”.  Dalam acara tersebut Dirjen Perhubungan Darat Budi Setiyadi mengatakan salah satu tantangan di Indonesia adalah upaya pengurangan kendaraan ODOL

Dirjen Budi melanjutkan bahwa truk ODOL menyebabkan kerugian negara yang cukup besar. Ini karena truk ODOL menimbulkan biaya sosial yang besar. Diantaranya adalah biaya bahan bakar yang tinggi, berkontribusi besar terhadap kerusakan jalan, polusi, dan kecelakaan. “Seperti kita ketahui, berdasarkan laporan Kementerian PUPR, dalam satu tahun kerugian negara akibat truk ODOL mencapai Rp 43 triliun,” katanya di webinar internasional yang digelar pada hari Kamis malam (3/6).

“Hingga bulan November 2019, berdasarkan hasil pantauan truk pengangkut barang di 73 UPPKB, ada sekitar 2.073.698 kendaraan yang masuk ke UPPKB, sekitar 39 persen atau 809.496 truk di antaranya melanggar aturan. Pelanggaran paling banyak ditemukan pada truk yang kelebihan muatan, yaitu sebesar 84,43 persen,” katanya.

Menurut Dirjen Budi, saat ini transportasi darat masih menjadi ungulan untuk aktivitas logistik dengan moda sharing sebesar 90,4 persen. Beberapa upaya untuk mengurangi aktivitas kendaraan ODOL adalah dengan melarang kendaraan yang kelebihan beban dan dimensi berlebihan masuk ke jalan tol serta memaksimalkan pengoperasian UPPKB di jalan nasional. Upaya ini juga ditujukan untuk keselamatan dan pengalihan sebagian angkutan jalan raya ke moda lain seperti angkutan kereta api dan angkutan laut.

“Upaya lain sebagai bentuk keseriusan pemberantasan pelaku ODOL, Kemenhub bekerjasama dengan Polri dan Pemerintah Daerah telah melakukan upaya serius antara lain normalisasi truk over dimensional. Selain itu, inovasi berupa pemulihan keadilan bagi masyarakat. pelaku yang berniat baik untuk mengembalikan kendaraannya ke kondisi semula. Targetnya Indonesia sudah bebas ODOL pada tahun 2023,” ujar Dirjen Budi.

“Berdasarkan sejumlah acuan regulasi,  diharapkan pemerintah dapat menemukan formula regulasi yang tepat untuk menangani truk ODOL yang tidak bertentangan dengan dunia industri, sehingga Indonesia dapat menandingi negara lain yang telah mencapai zero ODOL. Tentu Kemenhub tidak bisa mewujudkannya tanpa kerja sama dengan pemerintah dan mitra terkait. Kemenhub mengajak semua pihak, mulai dari pelaku usaha, operator transportasi, hingga pemilik barang untuk mentaati aturan yang ditetapkan pemerintah demi kepentingan bersama,” tegas Dirjen Budi.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Lalu Lintas Jalan Ditjen Perhubungan Darat Suharto mengatakan salah satu upaya mewujudkan Indonesia Zero ODOL 2023 adalah webinar internasional. Webinar ini dapat memberikan pemahaman dalam mengatur pengoperasian kendaraan pengangkut barang di jalan dengan tolok ukur dari pengalaman pelaksanaannya di negara lain.  Suharto optimistis target tersebut bisa tercapai jika ditopang partisipasi aktif dan kontribusi semua pihak. Menurutnya, kerjasama ini akan memberikan hasil yang substansial bagi upaya kami untuk meningkatkan regulasi kendaraan ODOL.  Atas dasar itu, pihaknya ingin mempelajari regulasi di negara lain terkait sistem angkutan barang demi menciptakan keselamatan dan keamanan termasuk. “Oleh karena itu kami akan mencoba menyeimbangkan bagaimana pertumbuhan ekonomi, bagaimana korelasi antara logistik dan bagaimana juga terkait dengan masalah keamanan dalam penyelenggaraan angkutan barang,” kata Suharto.

“Saya berharap bahwa sinergi dan kerja sama ini akan saling menguntungkan serta kolaborasi antara Indonesia, kolaborasi dengan USA, kolaborasi dengan Korea Selatan, Thailand, dan Prancis dan semua pemerintahan, pengusaha angkutan, freight forwarder dan pihak-pihak yang terlibat, saya berharap kerjasama kita akan terus berlanjut,” pungkasnya.

Editor : Sigit

Foto : Truckmagz



Sponsors

logo-chinatrucks300 327pix