Begini Repair Ban karena Tertusuk Benda Tajam

08 / 06 / 2020 - in Tips & Trik

Tread atau telapak adalah bagian dari sebuah ban yang bersentuhan langsung dengan permukaan jalan, sekaligus merupakan bagian dari ban yang paling rawan terhadap road hazard atau dengan kata lain kerusakan pada tread paling banyak diakibatkan oleh benturan, tusukan, dan irisan.

Dulu hanya dikenal dua jenis pola telapak yaitu rib (telapak cacing) dan lug (ban proyek) pada ban bias. Dengan berkembangnya teknologi, diciptakan ban jenis radial (konstruksi kawat baja) yang menawarkan berbagai kelebihan seperti beragam varian pola telapak, keamanan, kenyamanan, efisiensi, dan lebih ramah terhadap lingkungan daripada teknologi sebelumnya, yaitu ban bias.
Berbicara mengenai kerusakan pada ban salah satunya adalah tread cut/puncture (terpotong/tertusuk). Bambang Widjanarko Independent Tire & Rim Consultant menjelaskan bahwa ban bias jika terkena tusukan paku atau baut di area telapak, yang ditambal hanya ban dalam saja. “Sementara ban luarnya dibiarkan saja setelah paku atau baut-nya diambil. Tapi jika ban radial, lubang bekas tusukan di telapaknya tetap harus ditambal juga, karena jika ada air atau udara yang masuk akan membuat korosi pada kerangka kawat bajanya yang kemudian akan memprovokasi timbulnya kembung, bahkan akhirnya bisa meledak. Maksudnya, air atau udara masuk ke daerah kerangka ban, jadi diantara lapisan karet luar dan lapisan karet dalam. Yang terkorosi adalah kawat baja kerangkanya,” jelasnya.

Jika ada kerusakan ban pada bagian sidewall penanganannya berbeda. “Bagian sidewall adalah bagian paling lemah atau kritis dari sebuah ban. Penambalan di bagian sidewall, satu-satunya cara adalah dengan sistem prees atau yang orang awam sebut sebagai penambahan daging (penambahan karet). Namun itu hanya boleh dilakukan untuk luka tembus atau sobek dengan ukuran tidak lebih dari 2 cm saja dengan catatan tidak ada rangkaian kerangka kawat baja yang putus. Penambalan bisa dilakukan asalkan ada alat pressnya. Tetapi tolong bedakan ya, dengan alat press tambal ban dalam saja seperti tukang tambal ban di pinggir jalan,” tambah Bambang.

Kekuatan kerangka ban untuk kerusakan sidewall setelah direpair akan mengalami penurunan. “Kalau misalkan bagian kerusakan ban bagian telapak kekuatannya hanya turun tidak sampai 10%, tetapi sidewall yang di press bisa turun 30-50%, tergantung besar luka pada ban. Untuk ban yang sudah ditambal di bagian sidewall masih bisa dipakai tapi tidak bisa lagi untuk overload. Kalau telapak ban yang ditambal tidak ada masalah,” katanya.

“Untuk perawatan ban yang sudah repair sebenarnya tidak ada perlakuan khusus, cuma biasanya dipasang sebagai ban cadangan saja. Atau boleh digunakan pada truk yang bermuatan ringan. Intinya,” pungkas Bambang.

Ban hanyalah penderita akhir dari sebuah proses berkendara. Ban tidak bisa rusak dengan sendirinya tanpa dipengaruhi oleh beberapa faktor dan bukan penyebab kerusakan komponen kaki-kaki pada kendaraan. Namun semua kerusakan pada ban pasti ada penyebab awalnya dan semuanya dapat diungkap secara logika teknik dalam ilmu tire forensic yaitu mempelajari bangkai ban untuk menentukan bagaimana perlakuan penggunanya pada kehidupan ban tersebut. Kerusakan ban bisa diakibatkan antara lain oleh perilaku sopir, kondisi kendaraan, kondisi jalan maupun kondisi muatan.

Teks : Sigit

Foto : Dokumentasi Pribadi



Sponsors

 

 

 

logo-chinatrucks300 327pix