Begini Cara Cegah Retak Alur pada Ban

18 / 06 / 2020 - in Berita, Tips & Trik

Groove Crack atau retak alur bisa muncul karena berubahnya kebiasaan cara memompa ban. Dulu sebelum pemakaian ban radial untuk truk dan bus marak di Indonesia, yang hanya ada ban bias. Saat itu ban bias ukuran 10.00 – 20 paling tinggi dipompa 140 Psi. Namun sejak tahun 2000-an mulai masuk ban radial ke Indonesia. Perlahan tapi pasti, orang mulai banyak menggunakan ban radial.

Lambat laun orang juga mulai mengenali karakter radial yang harus dipompa lebih tinggi daripada ban bias, agar dinding sampingnya tidak tertekuk dan menyebabkan sobek pada dinding samping ban.

Semakin hari semakin banyak orang menggunakan ban jenis konstruksi radial menggantikan ban jenis konstruksi yang sudah lebih tua yaitu bias. Makin terbiasanya orang menggunakan ban radial, makin terbiasa pula orang memompa ban diatas 160 Psi. Padahal benang nylon atau polyester pasti kalah jika adu tarik dengan kawat baja.

Dan ban bias jika ditambah tekanan angin-nya, maka ia akan cenderung semakin membulat. Ketika angin ditambah, yang membesar adalah seluruh bagian body ban termasuk telapak. Beda halnya dengan ban radial yang jika ditambah tekanan angin, hanya bagian dinding samping saja yang semakin menegak. Akibatnya alur telapak yang merupakan bagian paling tipis di tread yang menjadi korban. Akhirnya terjadi keretakan alur telapak ban.

Mengapa tekanan angin ditinggikan? Karena dalam rangka prakterk overload. Kemudian adanya batu kerikil yang sering terselip di alur telapak, jika tidak sering dibersihlan oleh awak kendaraan, lama kelamaan akan semakin dalam menancap. Sampai suatu waktu, batu kerikil tersebut semakin masuk kedalam dan akhirnya merobek karet ban. Dan terjadilah keretakan alur pada telapak yang kedua. Kemudian ban yang sering terkena benturan-benturan kecil ( multiple impact ), padahal ban sudah kehilangan elastisitasnya akibat dipompa terlalu tinggi, makin lama kelamaan bagian telapak yang paling tipis yaitu alurnya, mengalami keretakan.

Terakhir adalah akibat ban tersebut jarang diistirahatkan, padahal kendaraan bermuatan overload. Ban menjadi panas berlebihan dan mengalami pemuaian tekanan angin di dalamnya, menarik benang nylonnya, sampai akhirnya alur telapaknya mengalami keretakan.

Semua jenis ban tekanan angin seperti apa pun, jika membentur batu, pasti ada efeknya. Hanya fatalitasnya saja yang berbeda. Salah satu tindakan preventif untuk mencegah kerusakan ban pada bagian tread adalah menjaga tekanan angin yang pas daripada terlalu rendah maupun terlalu tinggi.

Saran pencegahan groove crack adalah sesuaikan tekanan udara dalam ban dengan beban muatan, lakukan pendinginan ban secara teratur selama perjalanan, bersihkan semua benda yang terselip di alur telapak ban, kemudikan kendaraan dengan baik dan halus.

Oleh
Bambang Widjanarko
Independent Tire & Rim Consultant

Editor : Sigit

Foto : Dokumentasi pribadi



Sponsors

 

 

 

logo-chinatrucks300 327pix