Bahaya Microsleep saat Perjalanan Jauh

26 / 11 / 2019 - in News

Yayasan Keselamatan Transportasi Indonesia (YKTI) mengingatkan tentang bahaya microsleep, yakni kondisi pengendara yang tertidur sesaat sekitar satu detik hingga 30 detik. Sebuah keadaan yang membuat tatapan mata pengendara kosong dan melamun, sehingga arah kemudi bisa menyimpang ke arah tidak seharusnya. Keadaan ini sering terjadi ketika perjalanan jauh dan pengemudi mengalami kelelahan.

Pada umumnya pengendara tanpa menyadari sedang tertidur sejenak saat kendaraan melaju dengan kencang. “Contoh hasil investigasi YKTI tentang insiden bus Sinar Jaya di Tol Cipali lalu menunjukan sopir mengalami microsleep. Kendaraan laik jalan, tapi analisa kami ada fakor track lurus membuat sopir alami microsleep,” kata Eddy Suzendi, Pendiri YKTI.

Seperti diketahui, pada 15 November 2019 lalu terjadi kecelakaan antara bus Sinar Jaya dengan bus Arimbi di ruas Tol Cipali km.117 jalur B Kampung Sumberjaya, Subang, Jawa Barat. Insiden yang berlangsung sekitar pukul 01.00 WIB itu menewaskan tujuh orang penumpang bus Arimbi, lima orang luka berat, dan 10 penumpang luka ringan.

Kembali terkait microsleep, Eddy menjelaskan, salah satu dampak dari kekurangan tidur adalah rasa lelah atau mengantuk di luar waktu istirahat. Saat hal tersebut terjadi, otak masih merasakan kelelahan namun tetap bertahan agar tubuh tetap terjaga. Dampaknya, pengemudi mengalami microsleep dalam waktu yang sangat singkat.

“Microsleep sering terjadi saat seseorang melakukan pekerjaan yang monoton seperti berkendara. Microsleep juga ditandai dengan gerakan kepala seperti mengangguk dan mengedipkan mata yang terlalu sering. Serta tidak dapat mengingat hal yang terjadi pada beberapa menit sebelumnya,” tambahnya.

 

Teks: Abdul
Editor: Antonius
Foto: Istimewa



Related Articles

Sponsors

 

 

AFFA-logisticsphotocontest 

logo-chinatrucks300 327pix