Awal Operasional, Ruas Tol Palembang–Pamulutan Tidak Dipungut Biaya

13 / 10 / 2017 - in Berita

Jalan Tol Palembang-Indralaya (Palindra) yang sempat difungsikan saat Lebaran 2017 lalu, kini resmi beroperasi untuk umum. Tol ini juga merupakan jalan bebas hambatan pertama yang berada di provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), dan menjadi bagian dari Tol Trans Sumatera yang sebelumnya ditargetkan selesai di November 2017.

“Ini jalan tol pertama yang ada di Sumatera Selatan, saya minta meskipun jalan tol berbayar, bisa dinikmati masyarakat. Pada awal operasi ini sampai akhir tahun 2017 tanpa dipungut biaya, nanti jika sudah tersambung dengan seksi dua dan tiga baru dipungut biaya,” kata Presiden Joko widodo (Jokowi) saat peresmian Tol Palindra Seksi I ruas Palembang–Pamulutan sepanjang 7,8 km, Kamis (12/Okt).

Setelah diresmikan, Tol Palindra Seksi I ini akan dibuka untuk umum dan tanpa dipungut biaya selama masa uji coba, karena tol ini baru keluar sertifikat layak fungsinya sehingga bisa diresmikan. Selama menunggu keputusan penetapan tarif, Tol Palindra dapat dilewati tanpa tarif.

Tol Palindra menyedot investasi sebesar Rp 3,3 triliun dengan total panjang 22 km yang terdiri dari 3 seksi. Seksi I ruas Palembang-Pamulutan (7,8 km), seksi II Pamulutan-KTM (4,9 km), dan seksi III KTM-Simpang Indralaya (9,3 km). Pembangunannya telah dimulai sejak tahun 2015, saat ini progres konstruksi untuk seksi II sudah 26,27% dan sudah memasuki tahap konstruksi setelah sebelumnya sempat terkendala pembebasan lahan. Sedangkan seksi III progres konstruksi 83,14% yang ditargetkan selesai seluruhnya di 2018.

Presiden mengatakan, selain kendala pembebasan lahan pembangunan Tol Palindra juga membutuhkan  teknik konstruksi khusus karena lahan didominasi daerah rawa bergambut. Guna mempercepat proses pembangunan jalan tol tersebut, diterapkan teknologi Vacuum Consolidation Method (VCM) untuk mengurangi kadar air dan kadar udara dalam tanah.

“Dibanding tol yang lain, pembangunan Palindra ini membutuhkan biaya yang hampir 1,5 kali lipat lebih besar, karena harus menguruk tanah sedalam 7 meter dan mengurangi kandungan air rawa sebelum dipadatkan tanahnya,” ujar Presiden Jokowi yang sudah empat kali datang langsung meninjau progres pembangunannya untuk memberikan dukungan serta motivasi kepada semua pihak yang terkait.

“Saya tanya 2-3 bulan lalu masih ada pembebasan lahan yang belum selesai. Tadi saya tanya lagi semua seksi di Palindra sudah selesai pembebasan lahannya. Persoalan seperti kendala lahan tidak akan bisa diselesaikan kalau tidak didorong terus penyelesaiannya,” kata Presiden Jokowi.

Sementara itu Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono di lokasi yang sama mengatakan, pembangunan Tol Palindra nantinya juga difungsikan untuk mendukung pelaksanaan Asian Games XVIII 2018 yang diselenggarakan di Jakarta dan Palembang. Selain Tol Palindra, guna mendukung pelaksanaan event olahraga se-Asia itu Kementerian PUPR menargetkan ruas tol Bakaheuni-Lampung hingga Palembang akan rampung pada Juli 2018.

 

Editor: Antonius
Foto: KemenPUPR



Related Articles

Sponsors

 

 

 

logo-chinatrucks300 327pix