Arus Peti Kemas Pelindo 3 Meningkat Tipis Sepanjang 2015

09 / 02 / 2016 - in News

Realisasi arus peti kemas dalam wilayah kerja PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) 3 tercatat sebanyak 4.360.669 TEU (Twenty-foot Equivalent Unit) sepanjang tahun 2015, atau meningkat tipis sebesar 1 persen dibanding tahun 2014 yang membukukan 4.337.555 TEU.

Peningkatan ini mencakup 11 pelabuhan di 7 Propinsi di Indonesia yang merupakan wilayah kerja Pelindo 3 untuk kegiatan bongkar muat peti kemas. Yaitu Pelabuhan Tanjung Perak, Tanjung Emas, Banjarmasin, Tenau Kupang, Benoa, Sampit, Kotabaru, Lembar, Kumai, Maumere dan Bima.

“Perlambatan ekonomi dunia nampaknya tak berpengaruh signifikan terhadap arus peti kemas di beberapa pelabuhan yang dikelola Pelindo 3. Meski meningkat tipis sebesar 1 persen, namun hal ini menunjukkan bahwa angkutan barang melalui transportasi laut menggunakan peti kemas masih menjadi primadona,” kata Edi Priyanto, Kepala Humas Pelindo 3 dalam keterangan resminya, Selasa (9/Feb).

Dari total arus peti kemas di seluruh pelabuhan di wilayah kerja Pelindo 3, menurut Edi, peti kemas domestik masih mendominasi dengan persentase 57 persen atau 2.504.288 TEU, sementara komposisi peti kemas internasional hanya 43 persen atau setara 1.856.381 TEU.

Realisasi arus peti kemas sepanjang tahun 2015 masih didominasi Pelabuhan di kawasan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur dengan catatan 3.120.683 TEU, atau meningkat tipis sebesar 0,5 persen dibanding tahun 2014 sebesar 3.105.827 TEU.

Komposisi jumlah arus peti kemas di kawasan ini meliputi Terminal Peti kemas Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya di bawah kendali PT TPS sebesar 1.350.811 TEU, pada Terminal Berlian yang dioperasikan PT BJTI mencapai 1.080.648 TEU, dan 120.688 TEU di Terminal Teluk Lamong yang dioperasikan PT TTL dan sisanya sebanyak 568.536 TEU’s di terminal konvensional (Jamrud, Mirah dan Nilam Timur) Pelabuhan Tanjung Perak.

Kemudian Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Jawa Tengah mencapai 608.984 TEU dengan komposisi perolehan sebesar 608.199 TEU di Terminal Peti Kemas Semarang (TPKS) dan 785 TEU di Pelabuhan Konvensional Tanjung Emas. Pencapaian ini menunjukkan peningkatan 5,6 persen dibanding tahun sebelumnya dengan jumlah terealisir 576.866 TEU.

Peningkatan arus peti kemas juga terjadi di Pelabuhan Kumai Kalimantan Tengah dengan perolehan 24.225 TEU di tahun 2015, yang meningkat dari tahun sebelumnya yang tercatat sebanyak 22.126 TEU.

Lonjakan arus Peti kemas terjadi pula di Nusa Tenggara, tercatat pada tahun 2015 di Pelabuhan Tenau Kupang NTT sebanyak 99.064 TEU yang meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat 88.895 TEU. Peningkatan juga terjadi pada Pelabuhan Maumere NTT yang tercatat 18.901 TEU, meningkat dari tahun sebelumnya 18.482 TEU. Sedangkan Pelabuhan Bima NTB mencapai 7.952 TEU, meningkat tipis dari tahun sebelumnya sebanyak 7.652 TEU.

Peningkatan arus peti kemas di sebagian besar wilayah kerja Pelindo 3 tersebut, menurut Edi, terdongkrak lantaran proses bongkar muat barang sudah menganut metoda peti kemas yang lebih cepat dibanding dengan barang dengan kemasan non peti kemas.

“Karena kegiatan bongkar muat tidak terlalu lama maka secara otomatis menekan biaya operasi kapal di pelabuhan, keamanan atas barang yang ada di dalam peti kemas lebih terjamin dari kerusakan maupun pencurian karena memilki pintu yang dapat dibuka dan dikunci, dapat digunakan sebagai gudang untuk menyimpan barang. Hal-hal tersebut menjadi pertimbangan pengiriman barang saat yang menggunakan kemasan peti kemas”, jelas Edi.

Teks : Antonius S

Data : Pelindo 3



Sponsors

 

 

 

logo-chinatrucks300 327pix