Artificial Intelligence Tantangan Logistik Indonesia

12 / 01 / 2019 - in News
Artificial Intelligence

Ekosistem industri 4.0 telah menerapkan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Dalam konteks rantai pasok dan logistik, untuk menerapkan AI memang dibutuhkan proses digitalisasi yang panjang. Hal ini juga menjadi fokus perhatian dari Indonesia Logistics Community Service (ILCS).

Menurut Jati Widagdo dari ILCS, proses digitalisasi perlu dilakukan mulai dari pelabuhan hingga ke pelaku industrinya. Setelah digitalisasi rampung, lanjutnya, belum bisa juga untuk menyediakan beragam data yang diperlukan untuk AI karena sistem di masing-masing pihak terkait belum tersambung satu sama lain. Sehingga harus dikoneksikan antara pelabuhan, terminal, kapal, dan freight forwarder sehingga tercipta kolaborasi.

“Kalau orang tidak mau bertransaksi di sana, datanya juga tidak akan ketahuan. Berarti sistem itu transaksinya juga harus termonitor dengan masuk ke proses mekanisme data analitiknya. Begitu data analitiknya sudah berjalan, karena konsep data analitik ini populasinya harus banyak, berlanjut ke predictive analytic. Begitu predictive analytic-nya jalan, kita langsung ke advanced-nya yaitu artificial intelligence,” urai Jati.

Jati mencontohkan dengan masuknya e-commerce. Menurutnya, ada dua hal yang diberikan dari e-commerce. Yaitu data analitik terkait behavior dan sistem payment. “Apa yang didapat perusahaan dengan adanya e-commerce? Apakah barang-barang mereka kemudian laku, toh itu kebanyakan barang-barang impor juga kan,” imbuhnya.

Sistem payment elektronik, menurut Jati, nantinya akan menjadi ending dari ekosistem perdagangan e-commerce. “Kalau mainnya di transaksi sementara selisih harga barang di e-commerce itu katakan lah rata-rata Rp 50.000-70.000, itu tidak signifikan. Yang dibutuhkan dalam e-commerce sebenarnya adalah big data-nya melalui sistem payment-nya itu sendiri. Makanya WeChat Pay dan Alipay sudah dapat izin di Indonesia, dan China bisa memonitor seluruh pergerakan e-commerce di dunia,” katanya.

Sebagai informasi, Bank Indonesia (BI) mencatat sistem pembayaran elektronik melalui quick response (QR) code milik China yakni Alipay dan WeChat Pay telah menjamur di Bali. Sedikitnya 1.800 gerai tercatat menerima transaksi dengan jasa pembayaran asing tersebut. BI akhirnya mengeluarkan kebijakan aturan pembayaran dengan QR code bagi pemain asing, yang diatur dalam Peraturan Bank Indonesia (PBI) dengan beberapa syarat yang harus dipenuhi.

DO Online

Jika melihat dari kondisi global saat ini, khusus bicara logistik e-commerce, last mile delivery diprediksi masih akan booming di tahun 2019. “Sehingga tantangan logistik khususnya di e-commerce di Indonesia adalah di bidang teknologi informasi. Dalam hal ini, bagaimana mempercepat masing-masing pihak terkait untuk berkolaborasi. Seperti Bea Cukai terhubung dengan Kementerian Perhubungan, terhubung dengan terminal barang, kemudian terhubung dengan freight forwarder-trucking-shipping-consignee,” kata Jati.

Tentunya untuk terciptanya kolaborasi ini membutuhkan perangkat yang salah satunya adalah regulasi. “Saya melihat pemerintah saat ini sudah banyak menelurkan beberapa regulasi yang memudahkan untuk itu semua dan arahnya sudah ke arah sana, contohnya seperti Permen tentang DO online,” ujarnya.

Seperti diketahui bahwa Kementerian Perhubungan telah menerbitkan Peraturan Menteri Perhubungan (Permen) No.PM 120 Tahun 2017 tentang Pelayanan Pengiriman Pesanan Secara Elektronik (Delivery Order Online/DO Online) untuk Barang Impor di Pelabuhan, sebagai upaya meningkatkan kelancaran arus barang dan menurunkan biaya logistik di pelabuhan.

“Hanya yang belum adalah mempercepat proses eksekusinya. Karena memang kita terkendala dengan luas wilayah Indonesia, untuk menyambungkan pelabuhan di ujung barat hingga ujung timur Indonesia itu tidak mudah. Mungkin pada masing-masing pelabuhan ini punya perbedaan pandangan karena belum paham secara utuh. Tapi bagaimanapun juga, kalau saya melihat prospeknya bagus ke depannya buat para pelaku industri logistik asalkan mau berkolaborasi,” kata Jati.

 

Editor: Antonius
Ilustrasi: Istimewa



Related Articles

Sponsors

NEW_327X300_

TRUCKMAGZ_327X300PX-01

logo-chinatrucks300 327pix