Aplikasi Oli dan Grease untuk Bearing

04 / 10 / 2021 - in Tips & Trik

Bearing adalah salah satu komponen yang memiliki peran cukup penting dalam rangkaian kendaraan. Di sejumlah aplikasi yang berhubungan dengan putaran periodik, bearing memegang peranan menjaga putaran tetap stabil dan konstan.  Grease menjadi pilihan pelumas untuk sebagian besar bearing karena mudah digunakan, mampu bertahan terhadap kebocoran dan relatif murah. “Kondisi operasional yang kompleks dari mesin seperti suhu tinggi, kecepatan tinggi atau kontaminasi berat dapat menimbulkan tantangan serius untuk grease. Di sinilah letak oli sebagai pelumas. Misalnya suhu yang sangat tinggi pada kompresor sistem pengereman. Itu dapat melelehkan bearing. Suhu tinggi yang tidak mampu didinginkan menyebabkan hilangnya viskositas pelumas yang mengakibatkan kontak logam dengan logam dan timbul panas yang berlebihan,” jelas Hadi Akmanul Kepala Bengkel Langkah Sejati Ban Gresik.

Dalam aplikasi kipas, peningkatan kecepatan baling-baling dapat menghasilkan suhu operasional bearing yang lebih tinggi. Dalam aplikasi tersebut disarankan untuk mempertimbangkan pelumasan dari grease ke oli,” tambah Hadi.

Mungkin beberapa orang melihat oli sebagai teknologi kuno yang direkayasa dalam bentuk modern, seperti menambahkan zat aditif. Faktanya, tujuan awal diciptakan oli adalah mengurangi gesekan, kini fungsi itu berkembang yaitu

  • Menciptakan pelindung antara permukaan logam
  • Melindungi permukaan dari korosi
  • Melindungi logam dari kontaminan
  • Menjadi penghantar panas

Pelumas bisa berbentuk oli atau grease. Fungsi utama oli paling umum pada aplikasi suhu tinggi dan kecepatan tinggi yaitu memindahkan panas dari permukaan bearing. Oli untuk bearing menggunakan oli mineral alami dengan tambahan zat aditif untuk mencegah karat dan oksidasi.

“Karakteristik yang paling penting ketika menentukan oli untuk bearing adalah viskositas. Viskositas adalah ukuran internal. Cairan yang memiliki viskositas tinggi akan lebih kental seperti madu; cairan dengan viskositas rendah artinya lebih encer seperti air. Viskositas oli ini dihubungkan dengan ketebalan lapisan film yang dihasilkannya. Ketebalan ini sangat penting untuk pemisahan elemen yang bergerak dalam mesin,” kata Hadi.

Bearing dalam beberapa aplikasi memerlukan oli, tetapi grease adalah pelumas pilihan untuk hampir 80 persen bearing yang ada pada kendaraan. Material grease terdiri dari sekitar 85 persen mineral atau oli sintetis dengan pengental yang melengkapi sisa volumenya.

“Pengental biasanya terdiri dari senyawa sabun dan tambahan mineral lain. Viskositas grease yang lebih tinggi membantu mempertahankannya di dalam selubung bearing. Pertimbangan terpenting saat memilih pelumas adalah viskositas base oil, kemampuan menghambat karat, interval suhu pengoperasian, dan kemampuan terhadap beban. Ini bisa tergantung pada fungsi grease untuk komponen apa di kendaraan,” ujar Hadi.

Antara oli dan grease memiliki keistimewaan masing-masing, berikut fakta-faktanya.

  1. Grease memiliki kinerja stop-start yang andal. Ketika mesin dimatikan, oli akan mengalir kembali ke bak tampung tetapi grease tetap berada di komponen di mana dibutuhkan. Ini penting untuk menurunkan risiko awal yang kekeringan. Sedangkan oli meskipun mengalir dan tidak menetap, kebanyakan formulasinya memiliki kemampuan membilas dan dapat melumasi segera setelah mesin dihidupkan. Volume oli yang lebih banyak berarti pasokan aditif yang lebih besar untuk masa pakai yang lebih lama dan kemampuan untuk mencuci kontaminan dari area gesekan.
  2. Grease dapat melindungi dan mempertahankan seal dan konektor yang aus lebih baik daripada oli. Yang artinya menurunkan risiko kebocoran. Tetapi jika dibiarkan lebih lama tanpa inspekasi, kebocoran adalah tanda mesin yang terpapar dan perlu perbaikan. Seal yang aus tanpa disadari akan menjadi masalah besar di kemudian hari.
  3. Grease yang menutup rapat di sekitar seal dan konektor berfungsi sebagai sealant, yaitu mencegah masuknya kotoran dan air. Pengolesan grease berkala dapat membersihkan kontaminan dan menjaga permukaan logam.
  4. Tidak seperti grease, oli mampu mengalir dengan bebas, memungkinkannya membawa panas yang tidak diinginkan. Ini sama halnya menjaga viskositas base oil stabil dan mengurangi risiko oksidasi dan penipisan aditif yang disebabkan oleh panas.
  5. Ketika grease dipilih dengan tepat untuk aplikasi yang diberikan, temperatur grease akan tetap rendah dan aman dari risiko oksidasi dini. Banyak aplikasi grease yang mampu bertahan tahunan di dalam komponen.
  6. Ketika bearing dilumasi dengan baik dengan sejumlah grease yang tepat dan memiliki konsistensi yang benar, perawatan rutin pada komponen tersebut bisa diperpanjang.
  7. Karena oli tidak menggunakan pengental, tidak ada risiko kontraindikasi pengental yang tidak kompatibel, yang menyebabkan perubahan sifat dasar oli dan masalah lainnya.
  8. Oli tidak menggunakan pengental tetapi masih ada risiko base oil dan ketidakcocokan aditif pada pencampuran yang tidak disengaja. Karena mungkin saja mekanik menambahkan grease yang berbeda merek ketika melakukan inspeksi. Dan tidak seperti oli, aditif grease tidak akan mengendap selama disimpan atau saat mesin dalam keadaan diam.
  9. Oli memungkinkan kontaminan tertentu seperti air dan kotoran diangkut secara singkat ke filter. Oli yang bersirkulasi membawa kontaminan berbahaya jauh ke dalam sistem. Ini berisiko aus dan korosi pada banyak permukaan pada saat yang bersamaan. Sedangkan grease menahan jenis kontaminan secara permanen. Grease membuat sebagian besar kontaminan terlokalisasi dan tidak dapat bergerak bahkan tidak berpindah ke sistem lain.
  10. Mesin yang dilumasi oli lebih mudah untuk sampel analisis laboratorium dari keausan logam, kontaminan, dan sifat senyawa oli. Sedangkan grease hampir tidak mungkin mendapatkan sampelnya. Karena sekitar 90 persen bearing dan komponen yang memerlukan pelumasan dengan grease tidak memerlukan pengambilan sampel dan analisis rutin.
  11. Oli bekas dapat dengan mudah ditangani dan dibuang dengan minim risiko terhadap lingkungan daripada grease.
  12. Keputusan menggunakan oli atau grease untuk melumasi harus dilakukan setelah mempertimbangkan beberapa faktor dengan hati-hati. Antara grease dan oli perlu melihat tujuan awal aplikasinya pada komponen. Berikut beberapa hal yang harus dipahami terlebih dahulu.

Kapan harus Menggunakan Oli

“Secara umum dalam sistem yang beroperasi secara konsisten pada suhu tinggi, penggunaan oli lebih disarankan daripada grease, karena mekanik bisa menambahkan sistem sirkulasi untuk membantu mendinginkan. Selain itu, dalam beberapa kasus, pelumasan oli terbukti lebih unggul daripada grease sebagai akibat dari faktor mekanis, seperti aplikasi untuk melumasi bagian tertentu saja dari mesin,” kata Hadi.

Sebagian besar sistem pelumasan untuk bearing membutuhkan sistem sirkulasi oli dalam jangka waktu lama. Sistem ini dapat terkontaminasi oleh kelembaban. Dalam kondisi seperti itu, oli yang dipilih harus:

  • Menunjukkan stabilitas bahan kimia untuk menahan oksidasi dan pembentukan endapan
  • Mampu melindungi dari karat dan korosi
  • Mampu memisahkan air
  • Bisa mempertahankan viskositas karena pengenceran dapat terjadi
  • Tidak mudah berbusa

Kapan harus Menggunakan Grease

Grease umumnya lebih disarankan daripada oli dalam aplikasi bearing yang beroperasi pada kecepatan sedang di mana suhu tidak terlalu tinggi. Selain itu grease dapat memberikan perlindungan dari masuknya kontaminan, sehingga grease lebih sesuai untuk aplikasi yang membutuhkan perlindungan tambahan dari kotoran. Grease lebih cocok daripada oli untuk sistem yang membutuhkan operasional yang lama tanpa memerlukan maintenance jangka pendek.

Sama seperti ketika oli dipilih untuk pelumasan, karakteristik perangkat tertentu harus diingat ketika memilih grease. Saat melumasi bearing, grease harus:

  • Memiliki viskositas yang cukup untuk pembentukan lapisan film pada komponen yang bergesekan, tetapi temperatur tidak terlalu tinggi.
  • Memiliki sifat material yang tidak mudah panas, terutama jika bearing yang harus dilumasi memerlukan temperatur sekitar yang rendah.

Editor : Sigit

 



Sponsors

logo-chinatrucks300 327pix