Antisipasi Kerusakan Dini pada Roda

02 / 08 / 2021 - in Tips & Trik

Kecelakaan karena masalah roda terutama pada truk dengan muatan berlebih sudah sering muncul di media massa. Satu hal sederhana untuk mencegah kecelakaan ini adalah maintenance roda dengan baik dan benar. Inspeksi visual sebelum melakukan perjalanan adalah salah satu cara menjadi pengemudi yang bertanggung jawab.

“Demi keselamatan di jalan, pengemudi perlu memahami perihal keamanan roda. Truk bermuatan memiliki risiko lebih besar mengalami kecelakaan karena beban kemudi akan lebih besar terhadap jalan. Maka dari itu diperlukan roda yang kokoh dan terawat untuk menghindari kerusakan dini,“ terang Prayudi Arkandi Asisten Kepala Bengkel Lingga Bimulya Purwosari. Berikut lima hal penting untuk mengantisipasi kerusakan dini pada roda.

1. Periksa Bearing roda

Bearing roda sangat penting karena bekerja dengan hub dan roda. Bearing roda memberikan roda gerakan rotasi bebas yang memungkinkan roda berputar langsam. Bearing roda bisa juga mengalami keausan. Kapan saatnya mengganti bearing roda?

“Gejala paling umum dan paling mudah diidentifikasi dari bearing roda adalah timbul bunyi gesekan dari dalam roda ketika truk berjalan. Bunyi ini umumnya terdengar halus, tetapi ini petunjuk jelas ada masalah pada roda. Tanda lain dari bearing roda yang bermasalah adalah roda yang terasa lebih longgar. Longgarnya bearing ini terasa ketika menyetir. Antara setir dan roda kurang responsif. Setir dibelokkan, roda telat merespons. Walaupun setir longgar tidak selalu karena masalah bearing roda, tetapi sangat sering terjadi. Bearing roda menjadi aus, yang menyebabkannya longgar pada rakitan hub dan roda,” sambung Prayudi.

Gejalan lain ketika mengemudi, roda berbelok sendiri. “Sekali lagi, ini tidak selalu karena bearing roda, tetapi itu bisa jadi penyebabnya. Terakhir memperhatikan putaran ban. Melihat putaran ban yang tidak merata bisa jadi karena masalah bearing roda,” katanya.

2. Kondisi roda dan hub

Ketika membongkar roda biasaya setelah mengganti ban baru, periksa dengan cermat hub roda sebelum memasang kembali ke truk. “Perhatikan permukaan antara hub dan roda pada bagian dalam dan luar. Area ini harus benar-benar bersih dari kotoran, karat, minyak, dan kontaminan lainnya,” ucapnya.

Penumpukan material asing pada permukaan tersebut menyebabkan ketebalan ekstra pada sambungan. Material asing dapat mengendap atau membuat ruang antara sambungan. Lama kelamaan ini menyebabkan kekencangan pada baut menurun. Akhirnya daya jepit baut menurun dan semakin longgar.

“Untuk pelek roda yang dicat, satu hal yang perlu diingat, karat bisa terbentuk di bawah cat. Cat akan terkelupas karena karat. Pengelupasan ini seiring waktu akan mengurangi daya jepit. Ketebalan lapisan cat pada roda juga penting, karena lapisan yang lebih tebal daripada 3 mm sampai 3,5 mm dapat memengaruhi pemasangan antara lubang baut. Ketebalan lapisan cat yang berlebihan dapat menyebabkan hilangnya gaya penjepitan dan akhirnya mur hilang dan paling parang roda bisa lepas,” imbuh Prayudi.

Area kontak hub roda harus dibersihkan dengan saksama menggunakan sikat kawat halus untuk melepaskan semua material asing sebelum roda dipasang. Kuncian roda harus dibersihkan dengan sikat kawat juga untuk membersihkan alur dari karat dan kotoran yang memengaruhi torsi kekencangan pada mur.

3. Torsi pengencangan yang tepat

Torsi pengencangan yang ketat tidak selalu baik. Banyak mekanik mencoba mengencangkan mur atau baut dengan torsi maksimum tanpa menyadari konsekuensi yang akan terjadi.

“Jika stud ulir roda terlalu ketat, dimungkinkan ketika meregangkan stud perlu melewati titik lelehnya. Jika sampai hal itu terjadi, sambungan seolah-olah kurang torsi dan terasa daya jepitnya rendah,” pesannya.

Cara terbaik untuk menghindari kondisi ini adalah dengan memasang mur lalu mengencangkan sesuai torsi yang diajurkan. Ketika mengencangkan, tidak dianjurkan menggunakan palu untuk mempererat torsi. Pengencangan baut tergantung pada jenis roda, mur, dan peleknya. Tidak ada satu ukuran torsi untuk semua jenis roda dalam hal pengencangan baut. Prosedur torsi yang tepat ada pada buku manual dari pabrikan.

“Torsi pengencangan sangat penting karena ulir ini bisa meregang seperti pegas. Jika torsi yang tepat tidak diterapkan, hub roda tidak akan mendapatkan beban penjepit yang benar. Torsi berlebih sebenarnya kesalahan yang umum dilakukan mekanik,” katanya.

4. Menggunakan kembali komponen yang dipasang sebelumnya

Beberapa bagian rakitan roda dapat digunakan kembali, asalkan diperiksa secara menyeluruh dan masih dalam kondisi baik. Stud dan mur dapat digunakan kembali selama tidak ada gejala kerusakan alur atau bekas meregang karena pernah berlebihan dikencangkan.

Gunakan beberapa tetes oli untuk membersihkan stud roda dan mur. “Tetapi bearing bekas, perlu ada perhatian khusus. Bearing harus diperiksa dari hambatan putarnya dan kondisi keseluruhan komponen yang menempel pada bearing. Serpihan logam kecil pada leher bearing dapat menyebabkan kerusakan pada permukaannya,” jelasnya.

Baut penyambung termasuk komponen yang masih bisa digunakan karena ulir baut tetap tertutup sehingga seharusnya bebas dari kotoran dan korosi. Kondisi terburuk rakitan roda adalah turunnya daya jepit baut roda dan akhirnya komponen lain harus diganti.

5. Inspeksi harian

Pengemudi dan mekanik memiliki peran yang sama untuk menjaga kondisi truk tetap baik. Pengemudi khususnya perlu diberikan sedikit pemahaman guna mengatasi masalah yang muncul selama di perjalanan.

“Misalnya, oli bocor dari seal roda bagian dalam dan meninggalkan noda berminyak di bagian dalam ban. Ini artinya bearing terlalu panas kerea kekurangan oli. Oli merembes keluar lewat seal yang getas atau aus. Solusinya, ganti seal dan periksa komponen lain di hub roda,” katanya.

Inspeksi visual perlu dilakukan oleh pengemudi dan mekanik, seperti gejala keausan ban yang tidak normal, noda dari bekas grease dan kontaminasi grease. Perubahan warna pada sisi hub roda dan adanya goresan pada gasket, ini merupakan indikasi terjadi suhu tinggi di dalam rakitan roda, ” tegas Prayudi.

Berkurangnya grease karena hilangnya tutup hub dapat memungkinkan kontaminasi ke dalam bearing. Air, pasir, dan kotoran bisa masuk dan menyebabkan bearing panas. Bagian dalam pelek untuk roda dobel perlu diperiksa dari karat dan bekas grease. Karena area ini hampir tidak terlihat jika hanya melakukan inspeksi mengitari truk.

Perlu juga memeriksa kondisi grease. Grease terdiri dari tiga jenis zat, yaitu oli, bahan pengental, dan bahan tambahan. Oli berguna untuk melumasi. Pengental bertugas untuk menahan oli tetap di tempatnya sehingga bisa memberikan pelumasan dalam waktu lama. Sedangkan bahan tambahan, biasanya berupa zat aditif yang mampu meningkatkan karakteristik oli dan pengental.

Zat aditif membantu mencegah pemanasan bagian yang bergerak. Jangan mencampur grease dengan grease tipe lain karena kemungkinan kadar oli yang tidak kompatibel dapat mengurangi kemampuan pelumasnya.

“Sifat penting dari grease adalah titik didihnya. Temperatur tertentu di mana grease berubah dari bentuk semi-padat menjadi cair. Suhu operasional grease tidak ditentukan hanya oleh titik didihnya. Sifat-sifat lain, seperti ketahanan terhadap perubahan suhu, konsistensi, dan kerusakan karena kontaminasi bahan kimia lain bisa berperan. Untuk roda gunakan hanya satu tipe grease yang direkomendasikan,“ jelas Prayudi memperingatkan penggunaan grease.

Satu hal penting adalah pengencangan baut roda bisa dimasukkan dalam daftar pengecekan rutin.“Pengecekan kekencangan baut dilakukan sekitar 100 km pertama setelah penggantian ban. Pengencangan dilakukan saat kendaran sudah agak lama istirahat agar panas dari pelek tidak mempersulit pembongkaran,” ujarnya.

Editor : Sigit

Foto : TruckMagz



Sponsors

logo-chinatrucks300 327pix