Amazon Bukukan Laba Terbesar saat Puncak Pandemik Covid-19 di AS

31 / 07 / 2020 - in Berita

Online retailer terbesar di dunia, Amazon.com Inc. (Amazon) pada Kamis membukukan laba terbesar dalam sejarah berdirinya perusahaan ini sejak 26 tahun lalu, dengan pendapatan mencapai USD 88,9 miliar yang melonjak 40 persen dibandingkan tahun lalu.

Lonjakan pendapatan ini seiring peningkatan traffic penjualan online melalui situs Amazon.com selama pandemik virus korona. Saham Amazon pun naik 5 persen dalam sesi perdagangan after-hours dan telah meningkat lebih dari 60 persen tahun ini, sehingga menambah kekayaan pendiri Amazon, Jeff Bezos sebagai pemegang saham terbesarnya.

Jeff Bezos mengatakan dalam sebuah pernyataan seperti dikutip Reuters, bahwa ini merupakan kuartal lain yang sangat tidak biasa.

Sebelumnya Amazon telah memperkirakan bakal kehilangan pendapatannya pada kuartal kedua sekitar USD 4 miliar. Pengeluaran ini untuk pengadaan peralatan pelindung bagi seluruh staf dan pengeluaran lain terkait penanganan Covid-19, namun perusahaan berbasis di Seattle, Washington, Amerika Serikat (AS) ini masih sanggup meraup pendapatan USD 5,2 miliar atau dua kali lipat laba bersih dari tahun lalu.

Sementara itu menurut analis senior Investing.com,  Jesse Cohen, model bisnis Amazon menjadikan dominasi e-commerce semakin meluas, “Bahkan lebih luas ketika pandemik Covid-19 global terus berkobar,” ujarnya.

Berdasar catatan Cohen, penjualan toko online melonjak 48 persen menjadi USD 45,9 miliar pada kuartal kedua tahun ini. Sementara itu para produsen membayar lebih banyak kepada pihak Amazon untuk memenuhi dan mensponsori produk mereka, sebagai upaya mereka untuk mencapai target pelanggan setia perusahaan. Hal ini pun memicu lonjakan pendapatan sebesar 52 persen, serta 41 persen pendapatan dari layanan penjual dan pendapatan lainnya seperti dari iklan.

 

Editor: Antonius
Foto: Istimewa

 



Sponsors

 

 

 

logo-chinatrucks300 327pix