ALFI Sejalan dengan Program Pemerintah Terkait Meterai Digital

17 / 07 / 2019 - in Berita

Sejalan dengan rencana pemerintah melalui Kementerian Keuangan terkait revisi UU Bea Materai, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengusulkan penerapan meterai digital untuk dokumen digital. Hal ini dilatarbelakangi dengan meningkatnya kebiasaan masyarakat bertransaksi melalui jaringan internet, sehingga akan banyak dokumen yang diproduksi dalam bentuk digital.

Sri Mulyani mengatakan, di dalam RUU bea materai ini diusulkan perluasan definisi dokumen menjadi termasuk dokumen digital. Peraturan ini juga sejalan dengan Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, yang mengatur transaksi bersifat elektronik termasuk pengaturan tentang dokumen dan tanda tangan elektronik.

Menanggapi rencana pemerintah tersebut, Ketua Umum DPP Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI), Yukki Nugrahawan Hanafi mengatakan, ALFI telah sejalan dengan program pemerintah tersebut dengan ditandatanganinya kesepakatan dengan PT Peruri Digital Security yang diwakilkan oleh Ade Rachmat Rafli selaku Direktur Utama pada 26 Juni 2019 lalu, tentang kesepakatan kerja sama Pengembangan Sistem Label, Segel Security Terpersonalisasi secara Online di Lingkungan Penyedia Jasa Logistik.

Pengembangan digitalisasi logistik yang tengah dilakukan oleh ALFI saat ini melalui program Smart Logistics dengan modul-modul impor, ekspor, track and trace, rantai pasok sampai dengan ke last mile delivery. Track and trace meliputi transport laut, darat dan udara, IoT, pergudangan, depo dan data exchange (pertukaran data).

“Sektor perbankan untuk menunjang trade financing tentunya tidak lepas dari aspek keamanan digital. Untuk itulah kerja sama ALFI dan Peruri Digital Security dilakukan,” ujar Yukki yang juga sebagai Chairman Asean Freight Forwarder Association (AFFA) ini.

Yukki menambahkan, kerja sama global terkait platform teknologi yang berbasis communities network akan menumbuhkan keyakinan bagi para anggota ALFI untuk menggunakan platform Smart Logistics tersebut. Platform ini diharapkan bisa beroperasi di tingkat ASEAN, beberapa Negara Timur Tengah, USA, Jepang, kanada, China dan Amerika Latin dengan standar keamanan digital yang mumpuni.

Terkait keamanan digital, lanjut Yukki, tentunya mencakup teknologi otomatisasi dengan teknologi cyber dan merupakan tren otomatisasi dan pertukaran data, termasuk cyber-fisik, Internet of Things (IoT), komputasi awan (cloud-based) dan komputasi kognitif (cognitive computing, self-learning system) dan tentunya community-based, yang outputnya akan tercipta kolaborasi global dan kemudahan bisnis proses logistik bagi para anggota ALFI.

ALFI yang saat ini mengembangkan Rantai Pasok Berbasis Digital guna meningkatkan Daya Saing agar dapat menuju Indonesia yang kompetitif, dinamis dan inovatif, sesuai dengan visi dan misi ALFI tentunya dibutuhkan kolaborasi baik dari dalam negeri maupun luar negeri.

“Pembangunan kolaborasi digital platform ini juga meliputi fitur-fitur seperti global manifest, cross border trade connectivity, dan supply chain service orchestration. Sehingga ALFI ditargetkan menjadi trade facilitator, community network di ASEAN, beberapa negara timur tengah, USA, Jepang, Kanada, China dan Amerika Latin,” kata Yukki.

 

Editor: Antonius
Foto: Istimewa



Related Articles

Sponsors

 

 

logo-chinatrucks300 327pix