ALFI Jatim Bersiap Hadapi Revolusi Industri 4.0

24 / 04 / 2019 - in News

Asosiasi logistik dan forwarder Indonesia (ALFI) Jatim bersiap hadapi Revolusi Industri 4.0. Untuk menyatukan semangat, meningkatkan daya saing dan produktivitas ALFI Jatim yang diketuai Hengky Pratoko menggelar seminar bertajuk “ Haruskah Revolusi Industri 4.0 Berperan Total dalam Usaha Logistik dan Jasa Kepelabuhanan” . Acara yang diselenggarakan hari ini (24/4 ) di Ballroom Hotel Shangri-La  menghadirkan pembicara yaitu, R.O Saut Gurning, ST., Msc., PhD., Dosen Fakultas Teknologi Kelautan ITS Surabaya, Yukki Nugrahawan Hanafi Ketua Umum DPP ALFI/ILFA, Putut Sri Muljanto Direktur Operasi & Komersial PT Pelindo III.

Dalam paparannya, Yukki Nugrahawan Hanafi mengatakan sistem perdagangan sudah dalam tahap era digital dalam kerangka logistik yang sangat menguntungkan pengusaha. Seiring dengan perkembangan industri era 4.0, digitalisasi dan logistik menjadi satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan, karena cepat atau lambat digitalisasi telah merambah ke semua lini.

“Seperti kita ketahui, Inaportnet belum ada di seluruh pelabuhab Indonesia, hanya 16 pelabuhan saja . Itu salah satu masalahnya. Sehingga jika sekarang ini masih ada masalah di internal dan menyebabkan pengusaha hingga tidak bisa eksport, itu masalah bukan pada Dirjen Beacukai. Selain itu, masalah eksport bukan hanya menjadi tanggungan pemerintah pusat, tapi ada di pemda. Maka dari itu harmonisasi regulasi menjadi sangat penting. Posisi DPP ALFI lebih mensosialisasikan,” katanya terhadap peserta yang hadir.

Yukki melanjutkan, ”Sebagai pengusaha logistik, kita juga harus melihat nilai tambah. Artinya ini tidak perlu menjadi perusahaan besar. Karena tidak ada yang tidak mungkin. Gojek saja dulu perusahaan kecil, sekarang lihat perkembangannya. Jadi yang penting terus usaha dan semangat. Kita juga harus menjadikan asosiasi yang kita ikuti ini menjadi menjadi nilai tambah dalam melebarkan network dan kepentingan usaha dan tetap kreatif,” tegasnya.

Menurut Yukki, dengan dibangunnnya banyak infrastruktur di Indonesia bagi pengusaha logistik bisa menjadi shifting. “Sehingga tidak perlu lagi memikirkan tarif tol mahal. Untuk pengusaha logistik semua ini jadikan pilihan. Mau kirim lewat laut, udara, atau darat . Sekarang tinggal hitung mana yang lebih efisien dan efektif. Jadi sebenarnnya kita semua diuntungkan dengan semua pilihan itu. Tetap optimis saja, di dalam ruang sempit, tetap ada peluang besar,” ujarnya.

Sementara Saut yang hadir dari kalangan akademisi lebih menyoroti pada sektor teknologi dan pemanfaatan peluang. “Indonesia membutuhkan pengembangan teknologi dan proses bisnis berbasis 4.0 untuk jasa kepelabuhanan dan logistik baik dalam konteks semi atau full otomasi, AI, machine learning, Big Data, data analitik dan blockchain. Sedangkan untuk penerapannya secara internal, organisasi pelabuhan dan jasa logistik perlu melakukan perubahan, penyesuaian serta pengorbanan termasuk investasi dalam menerapkan jasa baru berbasis industri 4.0 khususnya pola yang lebih inovatif, realtime, kolaboratif, pro pada sejumlah segmentasi. Namun, penting juga mengakomodasi potensi perubahan tuntutan dan kinerja dalam jasa kepelabuhanan dan logistik,” jelasnya.

Teks dan foto : Sigit A



Sponsors

 

 

AFFA-logisticsphotocontest 

logo-chinatrucks300 327pix