ALFI Jalin Kerja Sama Global Bangun Rantai Pasok Berbasis Digital

30 / 05 / 2019 - in News
Rantai Pasok Berbasis Digital

Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) tengah mempersiapkan diri untuk menyongsong era industri 4.0. Hal ini didasarkan atas keyakinan bahwa cepat atau lambat digitalisasi telah merambah ke semua lini, dan salah satunya adalah logistik yang menjadi satu kesatuan yang tak terpisahkan.

Upaya yang dilakukan ALFI dengan melakukan dua hal, yakni menyiapkan sumber daya manusianya dengan berbagai pelatihan melalui ALFI institute, serta melakukan pengembangan digitalisasi smart logistics yang dibangun dalam website ALFI (ilfa.or.id).

Dalam pengembangannya, digitalisasi smart logistics dilakukan secara bertahap. Saat ini modul yang siap adalah modul impor, ekspor, track and trace yang telah mencakup lebih dari 150 negara, dan selanjutnya pengembangan rantai pasok sampai dengan last mile delivery.

“Pada tahap awal, track and trace yang saat ini dikembangkan meliputi transport laut, darat dan udara, karena pergerakan arus barang tidak hanya melalui jalur laut saja, selanjutnya kita kembangkan di IoT (Internet of Things), pergudangan, depo, dan data exchange (pertukaran data). Tak lupa sektor perbankan untuk menunjang trade financing,” kata Yukki Nugrahawan Hanafi, Ketua Umum DPP ALFI, Kamis (30/5/2019).

Yukki mengatakan, ALFI saat ini sedang dalam proses menjalin kerja sama global dalam rangka membangun rantai pasok berbasis digital, baik kerja sama platform teknologi maupun communities network yang dimulai dari tingkat ASEAN, beberapa negara timur tengah, Amerika Serikat, Jepang, Kanada, China, dan Amerika Latin.

Kerja sama tersebut meliputi teknologi otomatisasi dengan teknologi cyber yang saat ini merupakan tren otomatisasi dan pertukaran data, termasuk cyber-fisik, IoT, komputasi awan (cloud-based) dan komputasi kognitif (cognitive computing, self-learning system). “Dan tentunya community based yang output-nya akan tercipta kolaborasi global dan kemudahan bisnis proses logistik bagi para anggota ALFI.” imbuh Yukki.

Saat ini ALFI tengah melakukan sosialisasi kepada para anggotanya. Tahap awal sosialisasi tersebut, menurut Yukki, akan dilaksanakan setidaknya di lima wilayah DPW ALFI meliputi DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Makassar, dan Belawan. Yukki optimis bahwa target integrasi global platform ini bisa terlaksana pada kuartal ketiga 2019.

Menurut Yukki, dalam konteks platfrom digital, bisnis yang tumbuh harus mencari sesuatu yang berbeda dan bukan sekadar menjadi lebih baik. “Bicara digitalisasi, yang perlu diantisipasi baik dalam dunia pelayaran dan logistik adalah kecepatan untuk beradaptasi dan agilitas, serta transparansi dalam proses internal dan eksternal,” katanya.

ALFI yang saat ini sedang mengembangkan rantai pasok berbasis digital tentunya tidak bisa bergerak sendiri. Dibutuhkan kolaborasi baik dari dalam dan luar negeri guna meningkatkan daya saing agar dapat menuju Indonesia yang kompetitif, dinamis, dan inovatif.

“Pembangunan kolaborasi digital platform ini juga meliputi fitur-fitur seperti global manifest, cross border trade connectivity, dan supply chain service orchestration. Sehingga ALFI ditargetkan menjadi trade facilitator dan community network di ASEAN, beberapa negara timur tengah, USA, Jepang, Kanada, China, dan Amerika Latin,” ujar pria yang juga menjabat Chairman Asean Freight Forwarder Association (AFFA) ini.

 

Editor: Antonius
Foto: Anton



Related Articles

Sponsors

NEW_327X300_

NEW_327X300_

web-banner-327x300 truck

logo-chinatrucks300 327pix