ALFI Dukung Penerapan DO Online secara Penuh Mulai Oktober 2019

11 / 07 / 2019 - in News

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Perhubungan Laut menggelar bimbingan teknis terkait sosialisasi dan evaluasi penerapan (Delivery Order Online/DO Online), menjelang implementasi secara penuh sistem pesanan secara elektronik (DO Online) untuk barang impor di pelabuhan pada Oktober 2019 mendatang.

Menurut Direktur Jenderal Perhuhubungan Laut, Agus H. Purnomo, sosialisasi dan evaluasi penerapan DO Online tahun anggaran 2019 ini telah diterapkan di empat pelabuhan utama dan satu pelabuhan kelas 1 pada akhir Juni 2018 lalu. Yakni Pelabuhan Belawan, Tanjung Priok, Tanjung Perak, dan Makassar. Serta Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang.

Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut, Capt. Wisnu Handoko mengatakan, kegiatan ini juga sebagai langkah yang baik untuk meningkatkan konektivitas secara elektronik, serta meningkatkan perekonomian daerah dan mendukung program Ditjen Perhubungan Laut. “Dengan terlaksananya kegiatan ini diharapkan Penerapan DO Online dapat berjalan dengan baik,” ujarnya, Rabu (10/7/2019).

Terkait pelayanan pengiriman pesanan secara elektronik (DO Online) untuk barang impor di pelabuhan ini, DPP Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) secara prinsip mendukung penuh rencana implementasi yang akan dimulai pada Oktober mendatang.

Ketua Umum DPP ALFI, Yukki Nugrahawan Hanafi menyatakan bahwa ALFI pada prinsipnya mengedepankan adanya integrasi dalam implementasi DO Online ini. “Dan harusnya dibebaskan ke pasar agar pasar bisa memilih dan terjadi kompetisi yang sehat, sehingga tidak terjadi monopoli dalam pelaksanaan DO Online ini. Pada akhirnya pasar akan memilih aplikasi yang terus ter-update dan penuh inovasi dan pengembangan,” ujar Yukki.

Yukki menambahkan, terpenting dalam hal ini adalah DO Online dapat terhubung dengan sistem Indonesia National Single Window (INSW) sebagai gateway dokumen delivery online. Jika DO Online sudah terimplementasi, lanjutnya, tentu pengembangan aplikasi tidak boleh berhenti dan inovasi serta digital security memainkan peran yang krusial.

Menurut Yukki, jaminan keamanan transaksi dan pertukaran data akan membuat para stakeholder mempunyai kepercayaan dan rasa aman terhadap digitalisasi logistik yang sedang dibangun ini.

Terkait jaminan keamanan transaksi dan pertukaran data, Capt. Wisnu menegaskan bahwa law enforcement akan berlaku setelah implementasi secara penuh pada Oktober 2019, dari pemberian peringatan hingga sanksi.

 

Editor: Antonius
Foto: Dok. TruckMagz



Related Articles

Sponsors

 

 

AFFA-logisticsphotocontest 

logo-chinatrucks300 327pix