ALFI Dorong Pemerintah Terapkan E-Logistics

28 / 07 / 2017 - in Berita

E-logistics atau sistem logistik berbasis teknologi informasi ini diklaim oleh Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) telah familiar digunakan oleh para pelaku logistik dalam negeri. Namun penerapannya masih parsial alias tidak menyeluruh dilakukan oleh pelaku logistik.

Menurut Sekretaris Jenderal DPP ALFI Akbar Djohan, ALFI mendorong pemerintah turut terlibat untuk menginisiasi penerapan e-logistics secara massal, jika memang ingin melakukan perbaikan pada sektor logistik. Operasional e-logistics ini membutuhkan network yang bersifat nasional maupun internasional untuk mengirimkan barang ke luar, dengan satu sistem yang akan mengcover proses custom clearance dan warehouse baik pengiriman melalui udara maupun laut, termasuk untuk memonitor posisi barang saat pengiriman.

Sejauh ini, lanjut Akbar, penerapan e-logistics baru terlibat melaui Indonesia National Single Window (INSW). Sebuah sistem elektronik yang terintegrasi secara nasional, yang dapat diakses melalui jaringan Internet (public-network), yang akan melakukan integrasi informasi berkaitan dengan proses penanganan dokumen kepabeanan dan dokumen lain yang terkait dengan ekspor-impor.

“Keberadaan INSW atau Inaport menurut saya bagus, tapi penerapan sistem ini belum menyentuh komoditasnya langsung. Sebab jika dibandingkan dengan sektor e-commerce ekosistemnya sudah serba elektronik dan telah terintergrasi satu dengan yang lain,” kata Akbar.

Akbar mengatakan, secara regulasi penerapan e-logitics amat tertinggal. Hal ini menurutnya wajar karena keberadaan e-logistics didorong oleh kemunculan e-commerce yang dalam kegiatan bisnisnya harus juga didukung oleh penyedia jasa logistik yang telah menerapkan operasionalnya berbasis teknologi informasi. “Pemerintah cukup ketinggalan untuk melakukan ini. Andaikan pemerintah memiliki komitmen yang serius dan tegas untuk mendorong kembali implementasi dari Sistem Logistik Nasional yang telah dicetuskan,” ujarnya.

Terbitnya Sistem Logistik Nasional pada tahun 2012 merupakan upaya pemerintah guna menurunkan biaya logistik nasional yang saat ini masih tinggi. Di dalam Silognas sendiri terdapat enam upaya strategis pemerintah untuk menurunkan biaya logistik salah satuhnya dengan pemanfaatan teknologi informasi atau dalam istilah lain e-logistics.

“Kalau e-logistics benar-benar diterapkan pemerintah tidak perlu lagi buang-buang biaya dan waktu setiap menjelang Lebaran melakukan rapat yang tidak jelas manfaatnya. Hal itu menunjukan bahwa pemerintah tidak memiliki rencana strategis. Melalui e-logistics pemerintah akan dimudahkan karena semua kebijakan akan berbasis data statistik,” kata Akbar.

 

Teks: Abdul
Editor: Antonius
Foto: Istimewa



Related Articles

Sponsors

 

 

 

logo-chinatrucks300 327pix