Abvindo: Ban Vulkanisir Tidak Wajib SNI

14 / 03 / 2019 - in News
Abvindo

Asosiasi Perusahaan Ban Vulkanisir Indonesia (Abvindo) dalam rapat tahunannya beberapa waktu lalu di Solo, Jawa Tengah juga mengangkat beragam permasalahan terkait ban vulkanisir, yang melibatkan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, Kementerian Perhubungan dan Kementerian Perindustrian. Agenda tahunan ini merupakan rapat tahunan kedua, sekaligus tahun ketiga bagi Abvindo sejak berdiri pada Oktober 2016 lalu di Surabaya.

Ketua Umum Abvindo periode 2016-2019, Jessica Kueser yang juga menjabat Director PT Indo Retreading and Tire Services ini pun menyampaikan banyak hal terkait permasalahan dan harapannya tentang industri ban vulkanisir. Berikut petikan wawancaranya dengan TruckMagz;

Hasil apa yang ingin diharapkan pada Rapat Tahunan kedua kali ini?

Diharapkan dengan pertemuan ini teman-teman dari asosiasi bisa mendengarkan langsung penjelasan dari Kementerian Perindustrian dan Kementerian Perhubungan.  Bahwa kita masih punya pekerjaaan rumah dari sisi peningkatan kualitas produk. Kita beruntung Kementerian Perindustrian sendiri mendukung industri ban vulkanisir. Ini bisa menjadi modal guna meyakinkan ke pihak Kementerian Perhubungan bahwa ban vulkanisir yang diproduksi anggota Abvindo aman.

Bagaimana nasib aturan ban vulkanisir wajib memiliki standar SNI (Standar Nasional Indonesia)?

Iya benar. SNI untuk ban vulkanir memang ada, tapi itu sifatnya sukarela alias tidak wajib. Justru yang akan dorong Kementerian Perindustrian bersama kita adalah menerapkan Good Manufacuring Process (GMP). Sebuah standar terhadap proses produksi ban vulkanisir yang menjamin kualitas produk.

Apa latar belakang munculnya Good Manufacturing Process?

GMP itu hasil rembukan antara Kementerian Perindustrian dengan asosiasi. Dasarnya, ketika kita membuat sesuatu standar proses produksi, asosiasi mau bisa berlaku bagi semua industri ban vulkanisir dari kecil sampai besar. Ini juga solusi jalan tengah untuk menjawab permasalahan terkait sebagian pihak yang keberatan terhadap mewajibkan standar SNI.

Poin penting apa saja yang ada dalam Good Manufacturing Process?

Pada dasarnya GMP menstandarkan proses produksi mulai dari tahap awal hingga akhir. Tapi di GMP ini tidak dijelaskan atau tidak mengharuskan untuk menggunakan mesin tertentu dalam produksinya.  Sekarang masih sebatas diperuntukan untuk ban kendaraan komersial, mungkin ke depan bisa diterapkan untuk ban lain seperti motor.

Kembali soal aturan SNI, faktanya di lapangan masih ada aparat yang melakukan menindakkan kepada ban vulkanisir tidak memiliki SNI, apa sikap Abvindo?

Tahun lalu kita sudah menyampaikan permasalahan tersebut ke pihak Kementerian Perindustrian. Dan dari pihak mereka akhirnya menerbitkan Surat Edaran yang berbunyi standar SNI tidak wajib. Walaupun memang di lapangan beberapa aparat belum mengetahuinya sehingga penindakkan masih berlangsung. Atas peristiwa itu, Abvindo akan semakin intens melakukan komunikasi dengan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat agar terjadi pemahaman yang sama tentang ban vulkanisir.

Pada tahun 2015 pemerintah melarang penggunaan bank vulkanisir, apa dampaknya terhadap industri?

Dampaknya mobil barang dari customer-customer kita banyak yang ditangkap dan dikandangkan. Produksi ban vulkanisir kita juga menurun. Benar-benar berefek negatif bagi industri kita.

Upaya apa yang dilakukan Abvindo terhadap masalah itu?

Kita lalu melakukan audiensi pada awal tahun 2017 ke pihak Ditjen Perhubungan Darat, meminta penjelasan atas pelarangan tersebut. Waktu itu Abvindo menjelaskan berbagai hal tentang ban vulkanisir, kemudian pihak pemerintah memahami kodisi sebenarnya. Akhirnya, pertemuan itu menghasilkan revisi aturan tentang pelarangan ban vulkanisir dirubah menjadi diperbolehkan.

Terkait isu uji KIR harus menggunakan ban asli, apakah dirasa wajar oleh Abvindo?

Sepengetahuan Abvindo berdasarkan aturan yang ada, ban vulkanisir bisa dipakai walaupun saat dilakukan uji KIR.  Nyatanya memang ketika di lapangan masih abu-abu, karena menurut laporan ban vulkanisir tidak boleh. Sedikit tidak nyambung, satu sisi diperbolehkan dipakai di jalan tapi saat uji KIR dilarang

Terkait faktor keamanan penggunaan ban vukanisir terhadap kecelakaan, apakah Abvindo memiliki catatan?

Belum ada laporan tentang kecelakaan terjadi akibat penggunaan ban vulkanisir. Karena kita sendiri selalu memantau kondisi lapangan dan membaca berita tentang kecelakaan, kemudian mencari tahu apa penyebabnya. Sejauh ini belum ada, justru lebih banyak karena faktor lain seperti rem blong.

Mulai terbangunnya Trans Jawa yang berimbas pada tingginya penggunaan jalan Tol, apa berpengaruh secara spesifikasi teknis ban vulkanisir?

Produknya akan tetap sama, tidak ada perubahan signifikan. Adanya Trans Jawa justru positif bagi pelaku ban vulkanisir. Karena seringnya penggunaan mobil barang  di jalan Tol akan berpengaruh terhadap kondisi ban, maka kebutuhan vulkanisir makin meningkat.

Dalam Rapat Tahun 2019, Abvindo juga melakukan pemilihan pengurus baru, harapan Anda terhadap kepengurusan baru?

Harapannya untuk kepengurusan baru terus mengembangkan asosiasi ini. Karena banyak rekan-rekan pelaku ban vulkanisir di luar pulau belum terjangkau. Selanjutnya terkait penerapan GMP, teman-teman asosiasi nanti bisa makin meningkatkan produknya. Ujung-ujungnya untuk meyakinkan bahwa ban vulkanisir layak dipakai dan aman.

 

Teks: Abdul
Editor: Antonius
Foto: Abdul



Related Articles

Sponsors

NEW_327X300_

TRUCKMAGZ_327X300PX-01

logo-chinatrucks300 327pix