Sering Melibas Bahu Jalan, Ini Akibatnya pada Ban

12 / 12 / 2020 - in Berita, Kontributor Ahli

Sudah umum terjadi jika ada dua kendaraan saling berpapasan dan salah satunya terpaksa harus mengalah untuk turun ke bahu jalan, karena banyak jalan yang terlalu sempit untuk dilalui oleh dua kendaraan saling berpapasan. Kadang ada perbedaan antara permukaan jalan dengan permukaan bahu jalannya rendah, kadang juga tinggi.

Tire & Rim Consultant bersertifikat internasional Bambang Widjanarko mengatakan, jika perbedaan antara permukaan jalan dengan permukaan bahu jalannya cukup tinggi, maka hal itu berpotensi merusak ban.

“Ban yang digunakan untuk menyisir naik turun bahu jalan atau bertumpu pada benda padat lain di jalan sangat rawan mengalami kerusakan yang disebut dengan rib tear, terlebih jika kendaraan tersebut bermuatan berat. Apalagi jika tekanan udara dalam ban nya kurang, maka lengkap lah sudah penderitaan ban tersebut”, tutur Bambang kepada Truck Magz.

Menurut Bambang, rib tear adalah salah satu jenis kerusakan ban berupa tercabiknya alur telapak ban, setelah ban tersebut turun dari permukaan jalan ke bahu jalan dan sebaliknya (naik) atau ban telah bertumpu pada benda padat lain di jalan.

Bambang menambahkan, “Kasus rib tear lebih banyak dialami oleh bus daripada oleh truk, karena bus lebih sering naik turun bahu jalan untuk menaik-turunkan penumpang atau untuk mendahului dari sisi lajur sebelah kiri,” katanya.

“Sedangkan truk relatif lebih jarang turun dari permukaan jalan sepanjang perjalanannya, kecuali jika ingin beristirahat di warung pinggir jalan arteri,” pungkas Bambang.

Editor : Sigit

Foto : Dokumen Pribadi



Sponsors

logo-chinatrucks300 327pix