Relokasi Lahan Mangrove di Sekitar Tol Semarang-Demak untuk Kurangi Risiko Abrasi

06 / 04 / 2021 - in Berita

Kementerian PUPR bekerja sama dengan pemerintah daerah setempat sedang menyiapkan program relokasi lahan mangrove, yang berada di sekitar pembangunan Tol Semarang-Demak ruas Semarang-Sayung (seksi 1). Hal ini sebagai upaya meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan dari pembangunan jalan bebas hambatan itu.

“Prinsip-prinsip pembangunan infrastruktur berbasis lingkungan dan berkelanjutan menjadi komitmen Kementerian PUPR. Mulai dari tahap survei, investigasi, desain, pembebasan tanah, konstruksi, hingga operasi dan pemeliharaan,” kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono.

Tol Semarang-Demak dengan panjang 27 kilometer (km) akan terintegrasi dengan tanggul laut Kota Semarang, sekaligus untuk menanggulangi rob yang kerap terjadi di Semarang. Sistem akar pohon bakau yang kokoh membantu membentuk penghalang alami terhadap gelombang badai dan banjir. Sedimen sungai dan darat terperangkap oleh akar, yang melindungi daerah garis pantai dan memperlambat erosi.

Selain sebagai paru-paru kota, upaya pelesatarian kawasan mangrove tersebut bertujuan untuk mempertahankan fungsi hutan mangrove sebagai habitat flora dan fauna di pesisir Pantai Utara Jawa. Termasuk untuk melindungi daerah garis pantai dan mengurangi risiko abrasi. Nantinya terdapat tiga lokasi kawasan mangrove yang akan direlokasi seluas lebih kurang 46 hektare di sekitar proyek Tol Semarang-Demak.

 

Editor: Antonius
Foto: Dok. TruckMagz



Sponsors

logo-chinatrucks300 327pix