Rekomendasi KNKT untuk Menekan Risiko Kecelakaan di Tanjakan Sitinjau Lauik

07 / 04 / 2021 - in Berita

Soerjanto Tjahjono, Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menyatakan bahwa pihaknya menerima banyak kritikan soal penanganan risiko kecelakaan di tanjakan Sitinjau Lauik yang dinilai berjalan di tempat dan tidak ada perbaikan yang signifkan.

Beberapa waktu lalu, KNKT telah melakukan investigasi ke lokasi kecelakaan di Sitinjau Lauik, Padang, Sumatera Barat. Ada beberapa rekomendasi yang berguna untuk mencegah kecelakaan serupa berulang.

Senior Investigator KNKT Ahmad Wildan mengawali dengan rekomendas yang bersifat low cost, salah satunya memasang cermin tikungan. “Ini rekomendasi awal untuk mencegah terjadinya kecalakaan terulang kembali di lokasi sama. Usahakan dengan ukuran yang besar agar terlihat dengan jelas dari kedua arah. Safety mirror ini dipasang di tikungan bagian dalam.” jelas Wildan.

Berikutnya adalah marka stop dan papan peringatan besar. “Rambu-rambu ini sangat penting untuk memberi peringatan kepada kendaraan dari atas menuju tikungan. Kami merekomendasikan kepada Kementerian PUPR untuk memperkasar jalan beton khususnya pada tikungan dalam, karena sudah terlihat licin dan berbahaya,” tambah Wildan.

Selanjutnya yang cukup penting juga adalah memasang penerangan jalan umum (PJU) pada tikungan, karena pada malam hari area sekitar tikungan cukup gelap. Dengan begitu, bisa menghindarkan terjadinya kecelakaan baik kendaraan dari arah atas atau bawah.
Dan terakhir, KNKT meminta pemerintah bisa membangun di area tertentu jalur penyelamat.

Wildan juga menyampaikan, bahwa ada pengaruh kendaraan yang melewati jalur Sitinjau Lauik salah satunya adalah truk angkutan barang. “Ada tiga jenis truk berdasar sumbu roda. Truk penggerak 6×2 , 6×4 ,dan 6×6. Truk berpengerak roda 6×2 berisiko mengalami sliding saat menanjak lalu belok seperti Sitinjau Lauik dan lainnya. Manuvernya akan menghambat arus lalu lintas dari arah berlawanan. Hal ini disebabkan saat menanjak di tikungan, kendaran bertumpu pada traksi, sementara roda yang bergerak justru tidak menapak pada jalan. Roda yang menapak justru roda pada sumbu depan dan belakang saja. Kondisi ini bisa lebih parah karena jalan tidak rata. Saya menyarankan agar menggunakan truk berpengerak roda 6×4. Truk tipe ini, pengemudi tidak akan kesulitan melewati tanjakan,” pungkas Wildan.

Editor : Sigit

Foto : TruckMagz



Sponsors

logo-chinatrucks300 327pix