Plus Minus Flushing untuk Mesin Kendaraan

09 / 03 / 2021 - in Berita, Tips & Trik

Dalam merawat kinerja truk terdapat istilah perbengkelan, yaitu flushing atau pembilasan. Flushing adalah proses pembersihan internal mesin dengan menggunakan cairan tertentu sebagai media pembersih. Pembilasan mesin yang baik dapat membantu melarutkan endapan dan lumpur, serta mengembalikan mesin kendaraan ke kondisi standar.

Menurut Technical Manager Shell Lubricants Indonesia, Sofwatuzzaki, flushing berguna untuk mencegah degradasi pelumas, kegagalan filter, kegagalan aftercooler, perbaikan mesin, pencampuran dengan pelumas yang salah, kontaminasi mikroba, ketidakproduktifan mesin dalam waktu yang lama.

Ia menjelaskan, flushing juga bertujuan untuk menghilangkan kotoran pada elemen perakitan, permukaan yang terkorosi, kerak, terak pengelasan, karat, swarf permesinan dan puing-puing logam, produk oksidasi, dan residu kimia. Termasuk menyapu elastomer yang tidak kompatibel seperti seals, sealant dan pelapis setelah proses manufaktur atau perbaikan.

Flushing juga dapat menghilangkan lumpur, air, dan endapan karbon yang dihasilkan secara internal dalam sistem yang berperan untuk menjaga kesehatan sistem dan menghilangkan kegagalan dini yang dapat berdampak pada produktivitas.

Namun untuk mesin lama dengan jarak tempuh tinggi harus hati-hati dengan proses flushing karena riskan menimbulkan kebocoran oli mesin. Pasalnya, lumpur mesin mungkin menjadi satu-satunya penghalang yang menjaga oli mesin agar tidak merembes melalui segel yang aus atau retak.

Membuang lumpur dengan metode flushing akan mengekspos segel apa adanya dan menjadikannya seperti sampah. Sesaat setelah mesin kendaraan Anda mulai terdapat kebocoran oli maka pikiran Anda langsung mengaitkan produk engine flush dengan kebocoran oli. Padahal kenyataannya, segel-segel di mesin kendaraan yang sudah aus atau retak.

 

Editor: Antonius
Foto: Dok.TruckMagz



Sponsors

logo-chinatrucks300 327pix