Pemerintah Mantapkan Konektivitas Jalur Pansela di Wilayah Jateng, DIY, dan Jatim

27 / 03 / 2021 - in Berita

Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus meningkatkan kemantapan jalan di ruas Pantai Selatan (Pansela) Jawa (Pansela) sepanjang 1.604 kilometer (km), yang membentang dari Provinsi Banten hingga Jawa Timur.

Saat ini Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR sedang meningkatkan kualitas layanan jalur Pansela Jawa sepanjang 99,63 km yang terdiri dari sembilan ruas di wilayah Provinsi Jawa Tengah (Jateng), DI Yogyakarta (DIY), dan Jawa Timur (Jatim).

Penanganan jalan Pansela yang digalakkan oleh Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR dilaksanakan melalui program Regional Road Development Project (RRDP), yang didanai oleh Islamic Development Bank (IDB) dengan masa pelaksanaan Agustus 2019-Februari 2023.

Penanganan jalur Pansela wilayah Jateng dilakukan di dua ruas sepanjang 10,65 km, yaitu ruas Tambakreja-Bantarsari di Kabupaten Cilacap (6,15 km) dengan progres fisik 81,59 persen. Pekerjaan di lapangan dikerjakan Kontraktor PT Istaka Karya dan PT Trie Mukty dengan nilai kontrak Rp 95,45 miliar.

Ruas kedua adalah Jladri-Karangbolong-Tambak Mulyo di Kabupaten Kebumen sepanjang 4,5 km dengan progres 93,97 persen. Pengerjaan menelan anggaran Rp 53,99 miliar yang dilaksanakan oleh kontraktor PT Sumber Karya dan PT Karya Adi Kencana.

Penanganan jalur Pansela di wilayah DIY saat ini sedang menangani tiga paket pekerjaan sepanjang 17,32 km, yakni penanganan Jembatan Kretek 2 sepanjang 2,02 km senilai Rp 364,62 miliar; ruas Legundi-Planjan di Kabupaten Gunungkidul sepanjang 4,7 km dengan progres fisik 49,85 persen senilai Rp 80,46 miliar; serta ruas Jeruk Wudel-Baran-Duwet di Kabupaten Gunungkidul sepanjang 10,6 km dengan progres 82,4 persen.

Penanganan jalur Pansela di wilayah Jatim terdiri dari empat ruas, yakni ruas Prigi – Batas Kabupaten Tulungagung – Klatak – Brumbun sepanjang 17,78 km dengan progres 29,39%, ruas Batas Kabupaten Tulungagung – Serang – Batas Malang sepanjang 22,85 km dengan progres 45,92%, ruas Jarit – Puger di Kabupaten Lumajang dan Jember sepanjang 23,18 km, dan ruas Simpang Balekambang – Kedungsalam di Kabupaten Malang sepanjang 17,87 km dengan progres 48,52% senilai Rp 227,52 miliar.

Penanganan Jalur Pansela Jawa dilaksanakan melalui pekerjaan pembangunan jalan baru, preservasi jalan atau kegiatan pemeliharaan, rehabilitasi, rekonstruksi jalan dan jembatan serta pelebaran jalan menuju standar, yang berkelanjutan untuk mempertahankan jalan dalam kondisi mantap.

Peningkatan kondisi jalan Pansela Jawa ini diharapkan dapat menjadi jalur wisata wilayah pesisir pantai selatan dan memperlancar konektivitas Pulau Jawa bagian selatan sehingga dapat mengurangi kesenjangan dengan wilayah Pantai Utara (Pantura) Jawa yang potensi ekonominya lebih maju.

“Kita terus promosikan jalur Pansela Jawa supaya orang tertarik lewat selatan. (Jalur Pansela) tidak hanya jalannya yang bagus namun juga memiliki pemandangan yang indah, dan terdapat banyak obyek wisata,” kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam keterangan resminya, Jumat (.

 

Editor: Antonius
Foto: KemenPUPR



Sponsors

logo-chinatrucks300 327pix