Pelabuhan Patimban Layani 3 Rute Penyeberangan Ferry Jarak Jauh

11 / 01 / 2021 - in Berita

Selang tiga minggu setelah soft launching pengoperasian Pelabuhan Patimban pada Minggu (20/12/2020), Kementerian Perhubungan (Kemenhub) bersama PT ASDP Indonesia Ferry meluncurkan pelayaran perdana lintas penyeberangan ferry jarak jauh atau Long Distance Ferry (LDF), dari Pelabuhan Patimban ke sejumlah rute di Indonesia pada Minggu (10/1).

“Pelayaran perdana dari pelabuhan Patimban-Panjang dengan KMP Ferrindo 5 yang dioperasikan oleh PT ASDP. Layanan LDF dari Pelabuhan Patimban dimulai dengan kapal roro dan akan melayani tiga rute, yaitu Patimban-Panjang, Patimban-Pontianak dan Patimban-Banjarmasin,” kata Agus Purnomo, Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub dalam keterangan resminya, Senin (11/1).

Ia mengaku bahwa saat ini pihaknya sedang mempersiapkan Pelabuhan Patimban agar dapat segera melayani pengiriman kontainer. Terkait hal tersebut Agus mengatakan bahwa nantinya akan disediakan portable crane termasuk lebar alur. Ia berharap dengan begitu dalam waktu dekat Pelabuhan Patimban dapat segera melayani aktivitas ekspor-impor.

“Paling cepat pertengah tahun ini, sebelum Juni. Tapi kita akan berusaha supaya dermaga kontainer ini mulai dioperasikan. Kami upayakan nanti ada crane, dan lain sebagainya. Saya berharap akhir bulan ini atau awal bulan depan sudah ada kargo lain selain mobil,” ujarnya menambahkan.

Pada kesempatan yang sama Direktur Jenderal (Dirjen) Perhubungan Darat, Budi Setiyadi mengungkapkan tujuan lain dalam penetapan lintas Patimban-Panjang juga untuk mengurangi beban jalan, terutama akibat kendaraan yang over dimension-overload (ODOL).

“Yang kita harapkan ke depannya setelah rute Patimban – Panjang ini dapat mengajak asosiasi logistik untuk menggerakkan beberapa komoditas logistik yang dapat dibawa dari Jawa ke Pontianak dan Banjarmasin. Dengan adanya peresmian pelayaran perdana rute Patimban- Panjang ini semoga semakin memperlancar distribusi logistik dari Pulau Jawa ke Pulau Sumatera dan sekitarnya karena Pelabuhan Patimban memiliki peran strategis dalam pertumbuhan perekonomian di wilayah Jawa Barat juga secara nasional,” kata Dirjen Budi.

Dirjen Perhubungan Darat berharap pada operator pelabuhan untuk memberikan pelayanan prima dengan menjaga ketepatan jadwal keberangkatan dan sandar kapal, serta kecepatan pelayaran untuk menumbuhkan demand angkutan. Ia pun menilai, penting untuk menyediakan fasilitas portal dan jembatan timbang untuk mencegah kendaraan ODOL, serta melakukan pengaturan atau rekayasa lalu lintas dalam pelabuhan dan menyediakan buffer zone.

Sementara itu Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Ira Puspadewi mengatakan, pengoperasian tahap awal rute Pelabuhan Patimban-Pelabuhan Panjang merupakan lintasan LDF keempat yang dilayani ASDP setelah lintasan Surabaya-Lembar, Jakarta-Surabaya, dan Ketapang-Lembar. “Dengan dibukanya lintasan ini, menjadi salah satu alternatif rute bagi jalur angkutan barang yang akan memperkuat sektor logistik di Pulau Jawa dan Sumatera serta Pulau Kalimantan,” kata Ira.

Ira menjelaskan bahwa selama ini jalur logistik Jawa dan Sumatra via penyeberangan terfokus di lintasan Merak-Bakauheni. “Kini, dengan adanya layanan melalui Pelabuhan Patimban sebagai salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) Pemerintah yang diharapkan dapat memacu pertumbuhan ekonomi, yang tidak hanya di wilayah Provinsi Jawa Barat dan Lampung, tetapi juga secara nasional,” jelas Ira.

Rencananya, lintasan LDF Patimban-Panjang sejauh 210 mil dengan waktu tempuh pelayaran 19 jam ini akan dilayani oleh KMP Ferrindo 5 yang dioperasikan ASDP. Untuk lintas Patimban-Banjarmasin sejauh 444 mil dengan estimasi waktu tempuh 40 jam, dan lintas Patimban-Pontianak 420 mil dengan estimasi waktu tempuh 38 jam. KMP Ferrindo 5 memiliki spesifikasi teknis berukuran 3.566 GT, dengan panjang Kapal (LOA) 91,74 meter, dan lebar kapal 15,5 meter dengan kapasitas angkut 56 orang penumpang dan 109 unit kendaraan campuran.

 

Editor: Antonius
Foto: Kemenhub



Sponsors

 

logo-chinatrucks300 327pix