Kelangkaan Kontainer Dampak Keterkaitan Sektor Logistik Terhadap Industri Sangat Kuat

07 / 01 / 2021 - in Berita

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) Airlangga Hartarto mengatakan bahwa pemerintah terus mendorong kinerja ekspor Indonesia di tengah krisis Covid-19, guna memperbaiki posisi Indonesia di dalam global value chain. Hal ini ditandai dengan ditandatanganinya berbagai perjanjian kerja sama, baik di tingkat regional maupun antarbenua.

Airlangga mengatakan bahwa kendala yang dihadapi saat ini adalah kelangkaan kontainer secara global. “Pada bulan Desember (2020) kita mendapatkan persoalan, yaitu sulitnya mendapatkan kontainer atau harga kontainer yang naik 20 persen sampai 30 persen. Ini menunjukkan lonjakan permintaan ekspor dan ini menjadi salah satu tanda bahwa ekspor kita sudah mulai pulih,” kata dia.

Dalam hal penanganan kelangkaan kontainer tersebut, Dirjen Perhubungan Laut, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Agus H. Purnomo mengatakan bahwa Kemenhub akan mengawasi percepatan proses bongkar muat. “Sehingga peti kemas dapat segera didistribusikan dan kapal bisa berlayar kembali. Kami juga akan mempercepat peti kemas segera keluar dari pelabuhan, sehingga kontainer segera dapat kembali ke depo dengan cepat,” ujar Agus.

Namun menurut Asosiasi Logistik Indonesia (ALI), upaya pengawasan traffic peti kemas yang dilakukan Kemenhub ini tidak terlalu signifikan untuk mengatasi kelangkaan kontainer saat ini. “Pengawasan dari Kemenhub agar bongkar muat bisa berlangsung cepat tidak memberikan dampak yang besar atas kelangkaan kontainer. Kekurangan kontainer hanya bisa diselesaikan kalau perdagangan ekonomi dunia pulih kembali,” kata Zaldy Ilham Masita, Ketua Umum ALI.

Sementara itu, Ketua Umum DPP Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Yukki Nugrahawan Hanafi mengatakan, seluruh pelaku usaha juga harus melihat dari anatomi resesi akibat pandemi Covid-19 yang sangat berbeda dengan krisis-krisis sebelumnya.

“(Pandemi Covid-19) Dampaknya sangat parah terhadap sektor jasa dibandingkan manufaktur. Semua sektor mengalami penurunan kecuali beberapa sektor industri, seperti informasi, komunikasi, kesehatan, dan pertanian masih tumbuh positif yang juga penting bagi perilaku dari industri logistik. Pasalnya, backward and forward linkage sektor logistik terhadap industri sangat kuat. Artinya, kalau ada penurunan atau kenaikan aktivitas industri, maka aktivitas logistik akan mengalami penurunan atau kenaikan yang lebih besar,” kata Yukki.

 

Editor: Antonius
Foto: Anton

 



Sponsors

 

logo-chinatrucks300 327pix