Ini yang Harus Diketahui Sebelum Mengganti Suspensi

08 / 12 / 2020 - in Berita, Kontributor Ahli

Selain memilih pelek yang baik, suspensi ternyata bisa juga berpengaruh langsung terhadap panjang dan pendeknya usia kilometer ban. Fungsi dari suspensi yaitu untuk menstabilkan laju kendaraan, meredam efek kejut, membuat nyaman penumpangnya dan yang tak kalah pentingnya lagi adalah membantu memperpanjang usia kilometer ban.

Selama ini diketahui untuk jenis suspensi yang umum digunakan pada truk dan bus yaitu berupa per daun ( leaf spring ). Hanya ada dua jenis truk yang menggunakan suspensi berbeda.

Yang satu adalah truk jenis Unimog yang sering digunakan sebagai kendaraan tempur oleh kalangan militer di berbagai negara memilih per spiral ( coil spring ) sebagai pendukungnya dan satunya lagi adalah truk merk Tatra yang bahkan memilih jenis suspensi yang lebih canggih lagi yaitu jenis lengan ayun ( independent ) sebagai pendukungnya.

Belakangan bahkan banyak truk dan bus memilih menggunakan suspensi jenis balon udara ( air suspension ) yang lebih modern dan lembut. Lalu mengapa suspensi bisa berpengaruh pada usia kilometer ban ?

Tire & Rim Consultant bersertifikat internasional yang juga satu-satunya pakar di Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia ( Aptrindo ) Bambang Widjanarko mengatakan, karakter suspensi itu ada dua, yaitu lembut dan keras.”Jika suspensi truk atau bus lembut, dapat dipastikan usia kilometer bannya pasti akan panjang. Tapi jika suspensi truk atau busnya keras, dapat dipastikan usia kilometer bannya akan pendek”, terang Bambang kepada Truckmagz.

Bambang menjelaskan, suspensi yang keras atau tidak bisa bekerja dengan normal lagi seperti pada truk dan bus yang dimuati berlebihan (overload) akan memaksa ban mangambil alih tugas dan fungsi dari suspensi tersebut. Sehingga ban harus lebih banyak terdefleksi sepanjang perjalanan yang akan menimbulkan panas berlebihan. “Ban yang overheat berpotensi menjadi lebih abrasif, lebih gampang sobek dinding sampingnya atau bahkan akan mudah meledak,” kata Bambang.

Selain itu, truk dan bus sering melakukan perombakan di sektor suspensi, seperti melakukan pengurangan, penambahan, bahkan penggantian jenisnya tergantung dari kebutuhan. “Perombakan dari suspensi per daun ke suspensi balon udara atau sebaliknya, tidak akan banyak menemui kesulitan, karena baik suspensi per daun maupun suspensi balon udara sama-sama mudah disetel keras dan lembutnya sesuai kebutuhan. Pada suspensi per daun bisa dikurangi jumlahnya untuk memperlembut dan bisa ditambahkan untuk memperkerasnya. Sedangkan pada suspensi balon udara tinggal bermain di tekanan udaranya saja untuk memperlembut atau memperkerasnya, tergantung berapa PSI mau dipompanya”, tegas Bambang.

Kesulitan baru akan muncul ketika harus merombak dari suspensi model per spiral menjadi per daun atau balon udara. “Untuk mengganti per spriral dengan per spiral beda merk saja sulit untuk menemukan yang daya pegasnya sama. Apalagi jika harus mengganti dari suspensi per spriral ke suspensi per daun dan balon udara atau sebaliknya,” Bambang mengakhiri.

Editor : Sigit

Foto : Dokumen Pribadi



Sponsors

logo-chinatrucks300 327pix