Ini Alasan Kenapa Balancing Roda Perlu Rutin Dilakukan

01 / 04 / 2021 - in Berita, Kontributor Ahli

Roda adalah kesatuan yang terdiri dari ban dan pelek. Biasanya pelek terbuat dari metal jenis besi, aluminium, magnesium atau carbon. Sedangkan ban biasanya terbuat dari karet.

Setelah ban dan pelek disatukan dengan benar, sebelum dipasang pada kendaraan, biasanya roda tersebut diseimbangkan dulu menggunakan mesin balancing. Ketika menjalani proses balancing, biasanya pada posisi tertentu di peleknya akan ditempeli timah pemberat dengan bobot sesuai yang diminta oleh mesin balancing tersebut sebagai penyeimbang.

Tire & Rim Consultant yang pernah 13 tahun menjadi Plant Manager di salah satu pabrik pelek terkemuka di tanah air Bambang Widjanarko mengatakan, ada kalanya pada kondisi tertentu roda kesulitan di balance atau bahkan tidak bisa di balance sama sekali.

“Pada beberapa kasus terjadi gagal balance atau roda bisa di balance, namun dengan jumlah timah sangat banyak, melebihi batas normal. Berat timah balance yang masih termasuk dalam kategori lumrah adalah 1/100 ( seper seratus ) dari berat peleknya saja. Jika melebihi itu, bisa dipastikan kendaraan akan sulit dikendalikan manakala harus melibas Aquaplaning atau saat di rem mendadak,” Bambang menjelaskan kepada Truck Magz.

Dikatakan Bambang, pada proses balancing sebenarnya bukan hanya faktor pelek saja yang dominan menjadi penentu hasilnya, seperti yang menjadi fokus perhatian selama ini. Namun faktor ban juga berpengaruh terhadap hasil proses balance sebuah roda.

“Bisa saja terjadi ketika pelek di balance kosong, hasilnya bagus. Namun ketika sudah dipasang ban, ternyata malah sulit di balance atau bahkan tidak bisa di balance sama sekali. Itu berarti ban nya yang bermasalah, bukan peleknya,” tutur Bambang.

Bambang menambahkan, “Dalam proses produksi pelek kan belum tentu semua bagian sama tebalnya, bisa saja ada bagian yang ketebalannya tidak merata. Begitu pula pada proses produksi ban, belum tentu ketebalan karetnya merata di semua bagiannya. Proses balancing adalah menambahkan timah pemberat sebagai penyeimbang, agar bagian yang tidak merata tadi menjadi seimbang,” tambahnya.

“Sebaiknya proses balancing bisa dilakukan secara teratur dan berkala, jangan hanya jika terjadi penggantian ban atau pelek saja. Sebab hasil balancing bisa berubah setiap saat dengan adanya berbagai faktor, seperti pelek peyang atau ban benjol setelah terperosok lubang, keausan ban tidak merata dan mekanisme pengereman yang tidak teratur,” tutup Bambang.

Editor : Sigit

Foto : Dokumentasi pribadi



Sponsors

logo-chinatrucks300 327pix